Sabtu, 25 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Cerita Emak-emak yang Dikeroyok Anggota Perguruan Silat di Tulungagung

Inilah cerita lengkap dari emak-emak yang menjadi korban pengeroyokan oleh anggota perguruan silat di Tulungagung

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Sri Wahyuni, emak-emak yang dikeroyok anggota perguruan silat di Tulungagung 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Emak-emak di Tulungagung dikeroyok sejumlah anggota perguruan silat, Minggu (5/2/2023) lalu. 

Peristiwa itu terjadi di Jl Raya Suruhan Kidul, kecamatan Bandung. 

Saat itu Sri berusaha melindungi keponakannya, GKP (17) yang dikeroyok anggota perguruan pencak silat. 

Baca juga: Anggota Perguruan Silat di Tulungagung Tega Mengeroyok Emak-emak Sampai Babak Belur

Sri juga masih trauma setelah mengalami kejadian kekerasan itu.

"Saat itu saya minta keponakan saya untuk mengantar berkat (bingkisan makanan). Ada dua berkat di dalam jok motor," tuturnya.

Ketika itu GKP yang membonceng Sri baru keluar dari gang, langsung berpapasan dengan konvoi ratusan pesilat.

Mereka langsung melihat GKP yang mengenakan kaus bertuliskan Boshter.

Spontan ada yang memerintahkan untuk menyerang GKP.

"Ada yang teriak, Boshter! Serang, pateni (bunuh)," kenangnya.

Massa langsung menyeret GKP dan menghajarnya beramai-ramai. 

Sri berusaha menghentikan aksi brutal ini, namun upayanya sia-sia.

GKP yang tidak berdaya terpojok di depan rumah orang, namun terus dihujani pukulan dan tendangan. 

"Saat itu saya melihat ponakan saya sudah mengeluarkan darah. Spontan saya berusaha melindungi dia," ucapnya.

Saat itu Sri melihat ada bangku kayu panjang tidak jauh dari lokasi GKP tersungkur.

Ia khawatir bangku panjang itu diangkat dan dipukulkan ke arah GKP. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved