Minggu, 3 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Anggota Perguruan Silat di Tulungagung Tega Mengeroyok Emak-emak Sampai Babak Belur

Perempuan di Tulungagung babak belur menjadi korban pengeroyokan sejumlah oknum anggota perguruan silat.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Sri Wahyuni, perempuan yang menjadi korban pengeroyokan anggota perguruan silat di Suruhan Kidul, kecamatan Bandung, kabupaten Tulungagung. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Perempuan di Tulungagung babak belur dikeroyok sejumlah oknum pendekar silat di Jl Raya Suruhan Kidul, kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Minggu (5/2/2023).

Perempuan malang itu adalah Sri Wahyuni (42).  Dia dikeroyok sejumlah anggota perguruan silat lantaran berusaha melindungi keponakannya, GKP (17)  yang saat itu hendak dikeroyok. 

Selain Sri Wahyuni, keponakannya itu juga terluka. 

"Dua korban sempat dirawat di Rumah Sakit  Muhammadiyah Bandung, lalu kami pindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara," terang Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Hartanto, Senin (6/2/2023).

Menurut Eko, saat itu ada konvoi anggota perguruan silat dari Trenggalek.

Mereka baru saja menghadiri acara aqiqah salah satu anggota perguruan silat.

Karena bukan kegiatan resmi, kegiatan ini tidak mendapat pengawalan polisi.

"Kegiatan ini tidak dilaporkan karena hanya menghadiri aqiqah, bukan kegiatan perguruan silat. Namun ternyata jumlah mereka sangat banyak," sambung Eko.

Dalam perjalanan pulang ini rombongan sempat ada konflik dengan anggota perguruan silat lain.

Nahas bagi GKP yang memboncengkan Sri Wahyuni, karena berpapasan dengan rombongan para pendekar silat ini.

Dia langsung menjadi amukan puluhan pendekar ini.

"Jadi korban ini keluar dari gang mengendarai Yamaha NMax langsung berpapasan dengan rombongan. Kebetulan dia pakai kaus perguruan silat lain," ungkap Eko.

Diduga karena kaus dari perguruan silat yang dianggap lawan, GKP menjadi sasaran pengeroyokan.

Kausnya ditarik dan suruh lepas, lalu dia dipukuli.

Saat itu lah Sri Wahyuni berusaha melindungi keponakannya itu dari amukan massa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved