Berita Malang Raya

Terjadi Lagi, Guru Ngaji di Singosari Lakukan Pelecehan Seksual ke Muridnya Dengan Modus Bacakan Doa

Seorang guru ngaji di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, melakukan pelecehan seksual kepada 3 muridnya. Modusnya dibacakan doa-doa

Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi kekerasan seksual 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh guru nganji kembali terjadi. 

Kali ini, pelecehan seksual oleh guru ngaji itu terjadi di kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. 

Pelakunya berinisial K (72). Sehari-hari dia mengajar sebagai guru ngaji di rumahnya. 

Sedangkan korbannya diduga berjumlah 3 orang. Mereka masing-masing mengalami pelecehan seksual di waktu yang berbeda. 

Kejadian ini pun dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Malang, IPTU Wahyu Risky Saputro. 

"Betul, saat ini masih pemeriksaan saksi dan korban di Polres Malang," ujar Wahyu saat dihubungi, Senin (23/1/2023).

Dari yang diperiksa ada enam orang. Di antaranya satu pelapor dari orangtua korban, tiga korban, dan dua saksi. 

Wahyu mengatakan, korban yang menjadi budak nafsu oleh K ini berjumlah tiga anak. 

"Ada tiga korban yang menjadi dilakukan  pencabulan dengan waktu yang berbeda," sebutnya. 

Di antaranya adalah AC (12), kejadian dilakukan pada Desember 2021 sampai dengan Januari 2022. 

Kemudian NK (9) dilakukan Desember 2022. Dan yang terakhir korban EP (10) dilakukan pada Januari 2023. 

Wahyu mengatakan, modus yang digunakan oleh K untuk mencabuli anak didiknya adalah saat korban mengaji di rumahnya. Yakni dengan dalih membacakan doa.

"Pada saat mengaji korban mengaku dibacakan doa dengan cara memegang kepala bagaian atas terlebih dahulu," terang Wahyu.

Setelah memegang kepala, tangan guru ngaji itu bergerak ke bagian tubuh lainnya hingga menyelinap di balik pakaian korban.

Halaman
12

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved