Breaking News:

Perampokan Bank di Lumajang

Hari Pertama Sebagai Kapolres Lumajang, AKBP Boy Jeckson Dapat Tugas Berat Ungkap Perampokan Bank

Di hari pertamanya menjabat sebagai Kapolres Lumajang, AKBP Boy Jeckson Situmorang dapat tugas berat mengungkap perampokan BRI di Lumajang

Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/erwin wicaksono
Kapolres Lumajang, AKBP Boy Jeckson Situmorang 

TRIBUNMATARAMAN.COM - AKBP Boy Jeckson Situmorang kini menjabat sebagai Kapolres Lumajang setelah sebelumnya berdinas sebagai Kapolres Nganjuk. 

Di hari pertamanya menjabat sebagai Kapolres Lumajang, AKBP Boy Jeckson langsung dapat tugas berat untuk mengungkap perampokan BRI Kantor Cabang Kunir di Lumajang. 

Dalam perampokan itu, pelaku yang beraksi siang bolong, berhasil membawa kabur uang Rp 240 juta setelah mengancam teller bank menggunakan golok. 

Baca juga: Perampok Gasak Uang Rp 240 Juta di Bank Pelat Merah di Lumajang, Teller Ketakutan Diancam Golok

Kapolres Lumajang, AKBP Boy Jeckson Situmorang bertekad menyelesaikan tunggakan kasus yang belum terungkap di wilayah hukum Polres Lumajang.

"Pengungkapan kasus menjadi prioritas kami. Ini hari pertama saya menjadi Kapolres Lumajang saya akan membedah apa saja tunggakan-tunggakan kasus yang harus diselesaikan," ujar Boy usai jalani Sertijab di Polres Lumajang pada Selasa (24/1/2022).

Kata Boy, ia mengupayakan pengungkapan kasus dapat terungkap dalam 1 bulan kerja pertamanya di Kabupaten Lumajang.

"Sebulan pertama ini menjadi konsentrasi. Kami meminta masyarakat agar turut memberikan informasi kepada saya atau ke kantor kepolisan terdekat," jelas Boy.

Sementara itu, terkait kasus perampokan bank BUMN, Boy menyatakan Satreskrim Polres Lumajang masih menyelidiki keberadaan komplotan perampok bersenjata tajam tersebut.

"Saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan di lapangan," ujar AKPB Boy Jeckson Situmorang.

Boy mengatakan, pihaknya bergerak bersama Jatanras Polda Jawa Timur untuk mengejar pelaku yang diduga berhasil menggasak uang sebesar Rp 240 juta tersebut

"Anggota saya bergabung dengan Jatanras Polda Jawa Timur masih melakukan pendalaman berdasarkan fakta-fakta dan petunjuk yang kami temukan di lapangan," beber mantan Kapolres Nganjuk ini.

Sejauh ini, lebih dari 8 orang saksi diperiksa oleh polisi untuk menggali petunjuk dalam kasus ini. Boy tak menjelaskan secara gamblang siapa saja saksi yang diperiksa lantaran itu termasuk dalam bagian teknis penyelidikan.

"Saksi sudah kita periksa sekitar 8 orang. Mudah mudahan ada titik terang mas.Ada beberapa petunjuk-petunjuk lain itu hal teknis lah. Nanti kalau sudah tertangkap dalam waktu dekat ini, mohon doanya aja," ungkap Boy.

(erwin wicaksono/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved