Breaking News:

Berita Tuban

Ibu yang Jual Ginjal Untuk Lunasi Utang Pinjol Anaknya Akhirnya Minta Maaf, Sedangkan Anaknya Kabur

ER, Ibu yang menjual ginjalnya untuk melunasi utang pinjol anaknya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akhirnya meminta maaf. 

Editor: eben haezer
ist
ER, perempuan asal Tuban, Jawa Timur, yang menjual ginjal demi melunasi utang anaknya akhirnya meminta maaf. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - ER, Ibu yang menjual ginjalnya untuk melunasi utang pinjol anaknya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akhirnya meminta maaf. 

Dia meminta maaf karena tidak tahu bahwa praktik penjualan organ tubuh sebenarnya dilarang hukum. 

"Saya meminta maaf atas ketidaktahuan saya dan tidak akan mengulangi lagi," kata ER saat berada di Mapolsek Tuban, Kamis (24/11/2022). 

Baca juga: Anak Terlilit Utang Pinjol, Ibu di Tuban Jual Ginjal

ER berharap agar masyarakat jangan ada yang meniru aksinya beberapa hari lalu.

"Saya menyesal dan minta masyarakat agar tidak mengikuti hal yang tidak benar," pungkasnya. 

Kapolsek Tuban, Iptu Rianto, menyatakan pihaknya mengedukasi ibu ER yang sempat viral karena mau menjual organ tubuhnya. 

Dirinya menekankan, apa yang dilakukan ibu tersebut sangatlah tidak benar. 

Selain itu, polisi juga memberikan konseling dan santunan kepada ibu tiga anak tersebut. 

"Kami memberikan edukasi, bahwa apa yang dilakukan ibu ER tidak benar. Sehingga jangan sampai ditiru masyarakat lainnya," pungkas Kapolsek. 

Diberitakan sebelumnya, ER berdiri di jalan sambil membawa poster bertuliskan: 'Dijual Ginjal'

Hal itu dilakukan karena janda tiga anak itu frustasi karena anak keduanya menanggung utang hingga Rp 200 juta.

Utang sebanyak itu bersumber dari program KUR BRI dengan jaminan BPKB motor, lalu utang dari koperasi, dan pinjaman online. 

Si anak, semula meminjam uang untuk keperluan bisnis investasi. 

Karena banyaknya utang, anak keduanya itu kini kabur. 

Sementara ER, jadi kerap didatangi  penagih utang di rumahnya. 

Anak keduanya yang berusia 31 tahun melalukan pinjaman online (pinjol) puluhan juta.

"Anak saya yang utang kurang lebih total Rp 200 juta, sudah setahun lebih tidak membayar," ungkap janda tiga anak tersebut.

(m sudarsono/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved