Banjir Trenggalek
Tak Mau Ekonomi Lumpuh, Warga Watulimo Trenggalek Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat
Warga bergoyong-royong membangun jembatan sementara akibat dampak ambruknya Jembatan Mukus di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Trenggalek
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Warga bergoyong-royong membangun jembatan sementara akibat dampak ambruknya Jembatan Mukus di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jumat (4/11/2022).
Warga membangun jembatan dengan menggunakan rangkaian bambu.
Ambruknya Jembatan Mukus menyebabkan sekitar 2.300 warga terisolir. Jembatan itu satu-satunya akses bagi warga di sembilan RT, yakni RT 07-19.
"Ini merupakan akses ekonomi bagi warga sekitar," kata Sigit Waluyo, warga setempat.
Baca juga: Beberapa Jembatan Putus Karena Banjir di Munjungan dan Watulimo Trenggalek, Ribuan Warga Terisolir
Yani Prasongko, Kepala Desa Sawahan mengatakan, warga setempat memanfaatkan akses jembatan untuk kegiatan ekonomi.
Ia menyebut, sekitar 80 persen kegiatan ekonomi warga membutuhkan Jembatan Mukus untuk beraktivitas.
"Khawatirnya kalau tidak segera dibangun, ekonomi masyarakat bisa lumpuh," sambungnya.
Ia berharap, jembatan darurat tersebut bisa dilewati dengan berjalan kaki hari ini.
Sehingga, komoditas hasil pertanian bisa diantar keluar meski dengan kondisi yang terbatas.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, pihaknya telah meminta dinas PUPR untuk membantu pembuatan jembatan sementara.
Ia menyebut, dinas PUPR akan mengirimkan plat baja sebagai tumpuhan jembatan.
"Secepatnya. Satu sampai dua hari ini, material akan datang," katanya, saat meninjau lokasi.
(aflahul abidin/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer