Berita Surabaya

Setelah Menusuk Istrinya Dengan Brutal di Pabrik, Pria Surabaya Menyesal dan Mengaku Masih Cinta

Pria yang menusuk istrinya dengan brutal di pabrik di Surabaya, mengaku menyesal telah menganiaya istrinya. Sambil menangis mengaku masih cinta

Editor: eben haezer
febrianto ramadhani
Tersangka yang menusuk istrinya dengan brutal di lingkungan pabrik mengaku menyesal dan masih cinta pada istrinya. 

"Setelah itu LS meninggalkan pelaku begitu saja. Setelah itu, Ribut mencoba mengejar dan terjadi cekcok tersangka dan korban," bebernya.

"Tersangka yang emosi langsung mencekik korban. Sempat meronta-ronta, lalu pelaku seketika memukul kepala korban dengan stik pengasah pisau. Korban berusaha membela diri," sambungnya.

Karyawan yang mengetahui kericuhan itu berusaha melerai. Akan tetapi mereka tidak berani mendekat karena pelaku sudah memegang pisau.

"Karyawan mencoba memanggil satpam. Setelah itu terjadilah penusukan. Ada 8 tusukan yang diterima korban tusukan, di bagian depan dan tusukan terakhir bagian belakang," terangnya. 

Tusukan terakhir tersebut, kata Kompol Danu, karena pada saat diselamatkan oleh satpam dan polisi ke rumah sakit. Pisau masih tertancap di punggung bagian kiri korban.

"Kemarin pisau yang tertancap tidak bisa dilepas. Sekarang sudah dilepas dan mendapatkan operasi dari tim kedokteran," katanya.

Dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti berupa satu stik pengasah pisau, baju korban dan dua buah pisau dengan bekas bercak darah yang masih menempel.

"Motifnya karena perselingkuhan, persoalan rumah tangga," ungkapnya 

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 338 tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun.

(febriantor ramadhani/tribunmataraman.com)

editor: eben haezer
 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved