Berita Ponorogo

Sopir Angkutan Desa di Ponorogo Makin Tercekik! Harga BBM Naik, Jumlah Penumpang Makin Sedikit

Kenaikan harga BBM menyebabkan para pengemudi angkutan desa di Ponorogo, Jawa Timur, makin tercekik. Selain biaya BBM makin mahal, penumpang kian sepi

Editor: eben haezer
tribunjatim/sofyan arif candra
Angkudes di Terminal Seloaji,  Ponorogo. Para pengemudi mengeluhkan kenaikan harga BBM di tengah jumlah penumpang yang makin sedikit. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dikeluhkan oleh pelaku jasa transportasi di Ponorogo.

Seorang sopir angkudes, Hari Mujianto, mengatakan kenaikan BBM ini sangat memberatkan bagi pekerjaannya.

Karena selain harga BBM yang naik, penumpangnya juga semakin sepi.

"BBM naik ini penumpang menjadi ragu naik angkot, mereka takut kalau tarif angkot naik," kata Hari, Senin (12/9/2022).

Padahal Hari belum menaikkan tarif angkotnya lantaran belum ada kesepakatan dari para sopir angkot.

"Sebagian penumpang juga sudah tahu kalau harga BBM naik tapi mereka tidak mau menambah ongkos," ujar sopir angkot rute Somoroto - Ponorogo ini.

Hari sendiri tidak bisa memaksa lantaran mayoritas penumpangnya yaitu pedagang pasar yang sudah menjadi pelanggannya. 

"Kalau biasanya Rp 5 ribu ya Rp 5 ribu," lanjutnya.

Dalam 1 hari, biasanya Hari bisa mendapatkan pendapatan bersih Rp 60 ribu. Saat ini pendapatan tersebut sulit tercapai lantaran biaya BBM yang naik dan penumpang semakin sepi.

"Satu kali pulang pergi biasanya butuh Pertalite Rp 30 ribu, sekarang naik jadi Rp 40 ribu," kata Agung.

"Penumpang juga semakin sepi karena banyak yang pilih diantarkan anaknya," keluhnya.

Ia berharap pemerintah bisa mengkaji ulang kebijakan menaikkan harga BBM tersebut lantaran pelaku jasa transportasi seperti dirinya sangat terdampak dari kebijakan tersebut.

(Sofyan Arif Candra/TRIBUNMATARAMAN.COM)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved