Berita Kediri

Kota Kediri Siapkan Jaring Pengaman Sosial Redam Dampak Kenaikan Harga BBM

Pemkot Kediri menyiapkan jaring pengaman sosial untuk meredam dampak kenaikan harga BBM di masyarakat. Apa bentuknya?

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Rakor Pengendalian Inflasi dan Jaring Pengaman Sosial penanggulangan dampak kenaikan harga BBM di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Kamis (8/9/2022)rak 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Pemerintah Kota Kediri menggelar rapat koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi dan Jaring Pengaman Sosial untuk penanggulangan dampak kenaikan harga BBM tahun 2022 di Ruang Joyoboyo, Kamis (8/9/2022). 

Rakor dihadiri perwakilan Forkopimda Kota Kediri, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ferry Djatmiko, Kepala BPS Kota Kediri Lilik Wibawati, Ketua Kadin Kota Kediri M Solikhin, Kepala OPD terkait, perwakilan KPwBI Kediri, dan perwakilan Bulog Sub Drive V Kediri.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyampaikan, rakor berlangsung sebagai langkah antisipasi untuk meredam gejolak akibat kenaikan harga BBM. 

Pemerintah Kota Kediri juga telah menyiapkan inovasi hingga jaring pengaman sosial untuk menanggulanginya.

"Kita sudah mempunyai pengalaman sebelumnya saat pandemi. Di Kota Kediri jauh-jauh hari sudah menyediakan khususnya jaring pengaman sosial. Kita menjaga warga kita yang masih rentan," jelasnya.

Disampaikan, Pemkot Kediri membuat portal web Siaga Inflasi Aman Terkendali (SIASAT). Dimana dalam SIASAT terdapat berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat. 

Seperti call center melalui whatsapp 08113787119 atau telefon pada nomor (0354) 2894000. Ada juga pendaftaran wirausaha baru. Serta bantuan modal melalui KURNIA. 

"Ini kebetulan sudah sesuai dengan arahan Pak Mendagri. Apabila nanti ada warga yang minta diajari latihan kerja maka disitu sudah ada daftar wirausaha baru dan mengisi formnya," ujarnya.

SIASAT juga memuat jadwal operasi pasar yang dilakukan Pemkot Kediri empat kali dalam sebulan serta berlokasi dua titik per kecamatan.

Tersedia pula layanan untuk memantau harga komoditi yang ada di Kota Kediri dan  cek bantuan sosial (bansos). 

Masyarakat dapat melakukan pengecekan terkait bantuan sosial yang diterimanya.

Ada juga registrasi tukang ojek, masyarakat yang bekerja sebagai tukang ojek dapat mendaftarkan diri untuk mendapat batuan sosial.

"Saya ingatkan jangan sampai ada yang dobel. Nanti ada form juga yang dapat diisi untuk daftar. Bisa kerjasama dengan Gojek, Grab, Maxim, dan Shopee. Apabila memang berprofesi sebagai tukang ojek dan masih aktif maka kita akan beri bantuan," jelasnya. 

Diungkapkan untuk meredam gejolak akibat kenaikan harga BBM, Pemkot Kediri memberikan jaring pengaman sosial. Seperti pelatihan kerja, permodalan, dan bantuan sosial.

 "Anggaran kita sebesar Rp 120,5 miliar. Jadi Insya Allah ini cukup untuk membantu masyarakat kita," ungkapnya.

(didik mashudi/tribunmataraman.com)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved