Demo Tolak kenaikan BBM

Mahasiswa di Tulungagung Demo Tolak Kenaikan Harga BBM, Ini Tuntutannya

Menuntut pemerintah mengevaluasi kinerja Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Penulis: David Yohanes | Editor: Anas Miftakhudin
David Yohanes
Massa mahasiswa membakar ban saat unjuk rasa di depan gedung DPRD Tulungagung. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I TULUNGAGUNG - Aliansi Mahasiswa Tulungagung bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tulungagung menggelar aksi bersama di depan gedung DPRD Tulungagung, Rabu (7/9/2022).

Para mahasiswa menilai kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) kurang tepat.

Sebab kebijakan ini diyakini akan mempunyai efek domino, seperti kenaikan harga sembako dan inflasi hingga 8 persen.

"Padahal perekonomian masyarakat kita belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19," terang Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Abdurrohman Assyidiqi Firdeva.

Lanjut Deva, panggilan akrabnya, dalih subsidi BBM dinikmati kalangan mampu tidak menjawab permasalahan.

Justru kenaikan harga BBM ini membuat jurang kemiskinan masyarakat semakin besar.

Apalagi bulan lalu inflasi menyentuh 4,04 persen, yang tertinggi sejak Oktober 2015.

"Kenaikan harga BBM akan membuat semakin banyak masyarakat jatuh di jurang kemiskinan," tegas Deva.

Apalagi bulan lalu telah terjadi kenaikan inflasi harga di kelompok pangan sebesar 11,4 persen

Diperkirakan kenaikan BBM akan mengerek inflasi pangan sebesar 15 persen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved