Unjuk Rasa Buruh

Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM, Buruh Mendorong Motor Sejauh 13 Km ke Kantor Gubernur Jatim

Buruh di Surabaya menggelar unjuk rasa sambil mendorong motor sejauh 13 km ke kantor Gubernur Jatim untuk menolak kenaikan harga BBM.

Editor: eben haezer
tribunjatim/luhur pambudi
Buruh melakukan long march dari Jl Ahmad Yani ke kantor Gubernur Jatim di Surabaya untuk memprotes keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. 

4) Terkait bantuan subsidi upah sebesar Rp. 150 ribu selama 4 bulan kepada buruh hanya sekedar ‘lip service’ saja agar buruh tidak protes. Tidak mungkin uang Rp150 ribu dapat menutupi penurunan daya beli akibat inflasi yang meroket.

5) Risiko terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran karena kenaikan harga barang-barang yang dipicu oleh tingginya harga BBM. Harga energi (BBM) yang naik akan membebani biaya produksi perusahaan, tentu perusahaan akan melakukan efisiensi dengan mem-PHK buruh

6) Tidak tepat jika alasan kenaikan pertalite dan solar subsidi karena untuk kelestarian lingkungan. Faktanya masih banyak industri-industri besar yang masih memakai batu bara dan diesel.

7) Ada sekitar 120 juta pengguna motor dan angkutan umum yang merupakan kelas menengah ke bawah, yang tentunya sangat terbebani dengan kenaikan harga BBM bersubsidi.


"Kami menyarankan agar pemerintah memisahkan pengguna BBM subsidi dan non subsidi. Misalnya, sepeda motor dan angkutan umum tidak mengalami kenaikan harga BBM  bersubsidi, kemudian untuk mobil di atas 2005 harus memakai BBM non subsidi, karena orang kaya rata-rata tidak menggunakan mobil tua," jelas Jazuli dalam keterangan tertulisnya. 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved