Berita Blitar

Pabrik Rokok Apache Tutup, Dinsos Bahas BLT DBHCHT Untuk Karyawan yang Kena PHK

Dinsos kota Blitar sedang membahas penyaluran BLT dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau untuk karyawan Pabrik Rokok Apache yang di-PHK

Penulis: Samsul Hadi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/samsul hadi
Gerbang Pabrik Rokok Apache di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, tutup, Selasa (30/8/2022).  

TRIBUNMATARAMAN.COM - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar sedang membahas penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) kepada para karyawan Pabrik Rokok Apache yang terdampak PHK.

Dinsos belum tahu apakah BLT dari DBHCHT masih bisa diberikan kepada sejumlah karyawan pabrik rokok yang terkena PHK akibat perusahaannya berhenti produksi mulai akhir Agustus 2022 itu.

"Kami sedang koordinasi dan rumuskan, apakah BLT dari dana bagai hasil cukai masih bisa diberikan kepada karyawan Pabrik Rokok Apache yang terkena PHK tahun ini," kata Kepala Dinsos Kota Blitar, Sad Sasmintarti, Jumat (2/9/2022).

Sad mengatakan BLT dari DBHCHT itu diberikan kepada karyawan pabrik rokok. Total, ada lebih 500 karyawan pabrik rokok di tiga perusahaan di Kota Blitar yang mendapat BLT dari DBHCHT.

Baca juga: Pabrik Rokok Apache Tutup, Disnaker Kucurkan Rp 500 Juta Untuk Pelatihan Karyawan Terdampak PHK

Para karyawan mendapatkan BLT dari DBHCHT sebesar Rp 300.000 per bulan yang disalurkan tiap tiga bulan sekali.

Khusus untuk Pabrik Rokok Apache, ada 196 karyawan yang menerima BLT dari DBHCHT.

Dinsos juga baru menyalurkan BLT dari DBHCHT untuk tiga bulan mulai Juli-Agustus-September kepada karyawan Pabrik Rokok Apache pada akhir Juli 2022.

Sedang penyaluran BLT dari DBHCHT untuk tiga bulan ke depan lagi mulai Oktober-November-Desember masih dibahas apakah bisa diberikan karena para karyawan Pabrik Rokok Apache terkena PHK pada akhir Agustus 2022.

"Ada informasi para karyawan Pabrik Rokok Apache terkena PHK, lha ini BLT tahap Oktober-November-Desember apa masih bisa diberikan, kami sedang rumuskan sesuai aturan," ujarnya.

Sad menjelaskan, BLT dari DBHCHT itu tidak ada kaitannya dengan PHK karyawan. BLT dari DBHCHT itu memang program pemerintah yang diberikan kepada karyawan pabrik rokok.

"Karena BLT dari DBHCHT ini tidak ada kaitannya dengan PHK. Ini program pemerintah untuk karyawan pabrik rokok," katanya.

Baca juga: Pabrik Rokok Apache di Kota Blitar Tutup, Ratusan Karyawan Terdampak PHK

Sebelumnya, Pabrik Rokok Apache di Kota Blitar berhenti beroperasi atau tutup mulai akhir Agustus 2022.

Penutupan pabrik rokok yang berlokasi di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, itu berdampak pada pemutusan hubungan kerja terhadap 890 karyawannya.

Dari 890 karyawan terdampak PHK, sebanyak 181 orang berasal dari Kota Blitar.

(samsul hadi/tribunmataraman.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved