Berita Trenggalek

Ratusan Siswa di Trenggalek Akhirnya Tahu Ada Jalinan Budaya Mataram Antara Trenggalek Dengan DIY

Ratusan pelajar SMAN 1 Trenggalek baru tahu ternyata ada jalinan budaya Mataram antara Kabupaten Trenggalek dengan DIY.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Jumpa sahabat museum dan workshop aksara Jawa di SMAN 1 Trenggalek, Rabu (31/8/2022). 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK - Tak kurang dari 100 siswa SMAN 1 Trenggalek antusias mengikuti jumpa sahabat museum dan workshop aksara Jawa yang digelar Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (31/8/2022).

Dalam kegiatan itu, mereka diperkenalkan soal jalinan budaya Mataram antara Trenggalek dan DIY.

Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY, Budi Husada menjelaskan, masih ada siswa yang belum tahu ikatan sejarah antara Trenggalek dan DIY.

Berdasarkan catatan sejarah, DIY dan Trenggalek punya keterkaitan yang mulanya berasal dari Perjanjian Gayanti tahun 1755.

Perjanjian itu memecah Kerajaan Mataram menjadi dua, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Wilayah Kabupaten Trenggalek selain Kecamatan Panggul dan Munjungan masuk ke dalam wilayah kekuasaan Bupati Ponorogo.

Saat itu, Bupati Ponorogo berada di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta.

Sementara wilayah yang kini masuk dalam Kecamatan Panggul dan Munjungan masuk dalam wilayah kekuasaan Bupati Pacitan, yang berada di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta.

"Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk mengenalkan identitas wilayah kepada generasi muda," kata Budi.

Harapannya, pengetahuan para siswa soal sejarah dan budaya dapat lebih lengkap dan luas.

Sebab, selain sejarah, pihaknya juga menjelaskan banyak hal yang berkaitan dengan kebudayaan Trenggalek dan DIY.

"Harapannya juga para siswa bisa bangga atas jati dirinya," sambung dia.

Selain pengenalan jalinan budaya dan sejarah, para siswa juga mengikuti workshop aksara Jawa.

Pemahaman aksara Jawa dianggap penting untuk mempelajari lebih dalam ilmu sejarah dan budaya lainnya.

Sebelum kegiatan itu, para siswa juga telah diundang untuk menilik pameran museum yang digelar oleh pemerintah DIY.

Di sana, para siswa menyaksikan gambar dan beberapa benda peninggalan masa lalu, yang sebagian besar bertema Mataram Islam.

Kepala SMAN 1 Trenggalek, Endang Sri Pratiwi merespons positif kegiatan yang merupakan bagian dari muhibah budaya dari DIY untuk Trenggalek saat peringatan hari jadi Ke-828.

"Harapan kami, para siswa bisa mendapat transfer ilmu untuk memahami budaya dan sejarah Kabupaten Trenggalek dan DIY," sambungnya.

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved