Berita Nganjuk

Dianggap Meresahkan, Pengamen dan Pengemis di Traffic Light Nganjuk Jadi Sasaran Razia Satpol PP

Satpol PP Pemkab Nganjuk gencar merazia pengamen dan pengemis di perempatan jalan atau traffic light di Kota Nganjuk karena dinilai meresahkan

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru
Kegiatan penertiban pengamen dan pengemis bertopeng di perempatan jalan Kelurahan Gabungkidul Kota Nganjuk oleh Satpol PP Nganjuk. (ist) 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Satpol PP Pemkab Nganjuk gencar merazia pengamen dan pengemis di perempatan jalan atau traffic light di Kota Nganjuk.

Kasi Ketertiban Umum Bidang Penegakan Perda Satpol PP Pemkab Nganjuk, Sutikno menjelaskan, razia yang dilakukan Satpol PP tersebut merupakan kegiatan rutin dalam rangka penertiban atau operasi terhadap pengamen dan pengemis yang berada di fasilitas-fasilitas umum dan traffic light.

"Dalam kesempatan ini kami tertibkan pengamen angklung yang berada di wilayah Kecamatan Nganjuk tepatnya di perempatan traffic light Ganungkidul Kota Nganjuk. Ini dikarenakan keberadaan para pengamen tersebut dinilai telah mengganggu pengguna jalan," kata Sutikno, kemarin.

Selain merazia para pengamen, dikatakan Sutikno, Satpol PP juga menertibkan  pengemis bertopeng badut di lokasi yang sama. Ini setelah keberadaan pengemis tersebut dilaporkan cukup mengganggu masyarakat.

"Jadi, apapun bentuknya baik pengamen angklung dan pengemis bertopeng itu telah mengganggu trantibum utamanya bagi pengguna jalan raya ketika berlalu lintas. Dan itu jelas melanggar Perda Kabupaten Nganjuk Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum,” ujar Sutikno.

Pengamen dan pengemis yang terjaring razia Trantibum Satpol PP tersebut kemudian dibawa ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Kabupaten Nganjuk untuk didata, dibina, dan diberi peringatan secara tertulis agar tidak mengulangi atau melakukan kegiatan yang ditengarahi mengganggu trantibum tersebut.

"Tentunya apabila mereka kembali terkena razia maka akan dilakukan proses pembinaan lebih lanjut dengan mengirim dan dilimpahkan ke Dinas Sosial, Dan pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk tidak segan-segan melaporkan kejadian darurat terkait Trantibum pada Command Center Kabupaten Nganjuk untuk bisa segera dilakukan tidaklanjut," tutur Sutikno.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved