Berita Trenggalek

Bantuan untuk Sapi Mati akibat PMK, Hanya 9 Ekor yang Penuhi Syarat di Trenggalek

Ada 343 ekor sapi mati atau dipotong paksa akibat PMK di Trenggalek. Tapi yang memenuhi syarat untuk dapat bantuan pemerintah cuma 9 ekor

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
David Yohanes
ilustrasi - Seekor sapi milik peternak Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo mati di kandangnya karena terserang PMK. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK - Kementerian Pertanian mulai menyalurkan bantuan bagi peternak yang sapinya mati atau dipotong paksa akibat penyakit mulut dan kuku (PMK).

Di Kabupaten Trenggalek, hanya sembilan ekor sapi milik lima peternak yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan.

Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek telah mendata sapi-sapi yang memenuhi syarat itu.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Ririn Hari Setiani menjelaskan, ada beberapa syarat yang ditentukan oleh kementerian untuk penerimaan bantuan.

Bantuan itu, kata dia, diberikan kepada peternak yang sapinya mati atau dipotong paksa dalam rentang 6 Mei hingga 3 Agustus 2022.

"Dan harus dilaporkan ke dinas peternakan dalam rentang itu," kata Ririn, Kamis (25/8/2022).

Jumlah calon penerima bantuan itu relatif kecil dibanding jumlah sapi yang mati atau dipotong paksa akibat PMK di Kabupaten Trenggalek.

Data Dinas Peternakan menyebutkan, sebanyak 352 sapi mati dan dipotong paksa akibat PMK.

Data itu terhimpun mulai 30 Mei hingga 22 Agustus.

Itu artinya, ada 343 sapi mati atau dipotong paksa di Kabupaten Trenggalek yang tak memenuhi syarat untuk mendapat bantuan dari pemerintah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved