Rabu, 6 Mei 2026

Berita Tulungagung

4 Tahun Lebih BPNT Warga Tulungagung Dinikmati Orang Lain, Setelah Terungkap Diminta Ikhlas

Lebih dari 4 tahun, bantuan yang harus diterima Sukatmi, warga Tulungagung, dinikmati orang lain tanpa sepengetahuannya. Kini diminta ikhlas

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/david yohanes
Sukatmi (51) menunjukkan kartu ATM untuk mencairkan BPNT yang baru diterimanya.   

"Dari pendamping saya diminta ke Bank BNI, diminta Burekol (buka rekening kolektif). Tapi pihak bank bilang, NIK saya sudah lama terdaftar dan dipakai transaksi," paparnya.

Keesokan harinya, Selasa (16/8/2022) Sukatmi kembali ke Kantor Kelurahan.

Saat ia tiba, petugas kelurahan langsung menyerahkan Kartu Kelurga Sejahtera.

Kartu berwarna merah putih ini adalah kartu ATM yang dipakai untuk mencairkan BPNT.

Awalnya Sukatmi bisa ikhlas, karena mengira kartu ini baru beberapa bulan diterbitkan.

Namun setelah melihat masa berlaku, kartu ini telah diterbitkan sejak tahun 2018.

Jika ditotal, maka sudah 4 tahun 8 bulan  ia tidak menikmati bantuan dari pemerintah pusat ini. 

"Saya disuruh ikhlas sama pihak kelurahan. Setelah begitu lama bantuan tidak saya terima, masa saya disuruh ikhlas?" ucap Sukatmi.

Setelah mendapat kartu ATM, Sukatmi diarahkan untuk mencairkan di Kelurahan Karangwaru.

Ternyata ia harus kembali menelan kekecewaan, karena bantuan Bulan Agustus 2022 juga sudah dicairkan. 

Jika ditotal, bantuan yang sudah dicairkan sekitar Rp 11,2 juta.

Sukatmi semakin dongkol, karena pihak kelurahan menuding kelurganya orang kaya.

Padahal saat ini rumahnya masih menumpang di tanah milik neneknya, serta masih tinggal bersama ibunya.

Sementara suaminya hanya bekerja sebagai tukang kebersihan di sebuah rumah sakit. 

"Gaji suami saya tidak seberapa. Kok dibilang orang kaya," keluh Sukatmi.

Akses ke rumah ibu yang ramah ini berupa gang selebar 1,5 meter.

Rumahnya sederhana dengan lantai plester, bukan  keramik. 

Di dalam kamar tamunya ada kasur yang dipakai untuk tidur.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak kelurahan.

Saat wartawan mendatangi kantor kelurahan, lurah tidak ada di lokasi.

Sementara para petugas yang lain tidak berani memberikan penjelasan. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved