Berita Tulungagung

Terdampak Proyek Jembatan Baru Ngujang, Monumen Batalyon Legendaris di Ngantru Akan Dipindahkan

Kodam V/Brawijaya akan memindahkan  Monumen Sikatan yang ada di utara Jembatan Ngujang 1 Kecamatan Ngantru karena terdampak proyek jembatan baru

Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
ist
Monumen Sikatan di simpang tiga Ngantru, Tulungagung. 

Berdasar tulisan di atasnya, monumen ini diresmikan pada hari Senin, 28 April 1986.

Peresmian dilakukan oleh Mayjen Purnawirawan R Mochammad Sabirin Mochtar, mantan Dan Mobat Sikatan.

Beliau adalah komandan pertama Batalyon Sikatan.
   
Monumen ini didirikan untuk mengenang perjuangan pasukan Mobile Batalyon Sikatan.

Bermula saat tahun1948 Belanda melancarkan agresi militer ke-2.

Agresi ini dilawan para pejuang kemerdekaan dengan perang gerilya.

Salah satunya dari Batalyon Sikatan yang berkedudukan di Ngantru, Tulungagung.

Batalyon ini sangat legendaris karena dikenal tangguh di medan perang dan tidak pernah gagal tugas.

Nama sikatan bukan sekedar menunjuk nama burung, namun juga mengacu sebagai batalyon tukang sikat (tukang menghajar) musuh.

Batalyon ini selalu membuat  Belanda kewalahan dengan strategi hit and run (serang lalu kabur).

Monumen ini berdiri tidak jauh dari mulut Jembatan Ngujang dari arah utara atau Kediri.

Jembatan yang sudah tua ini akan diperbaiki dengan membangun jembatan baru di sisi timur.

Lokasi proyek ini berada tepat dimana monumen ini berdiri.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved