Berita Nganjuk

Dinsos Nganjuk Resmikan Cafe Untuk Pemberdayaan Para Mantan Pekerja Seks

Pemkab Nganjuk menyiapkan kafe yang akan dijadikan tempat pemberdayaan para mantan pekerja seks yang sebelumnya terjaring razia di Nganjuk

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi bersama pejabat Dinsos Jatim dan Kepala Sentra Terpadu Balai Kartini Temanggung meresmikan Cafe yang akan digunakan untuk memberdayakan mantan pekerja seks. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Berdayakan mantan pekerja seks (pekerja seks), Pemkab Nganjuk resmikan cafe.

Sebelumnya, para mantan pekerja seks yang terjaring razia di Kabupaten Nganjuk tersebut diberikan pelatihan berbagai keterampilan di Balai Sentra Terpadu Kartini Kemensor di Temanggung.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya cukup mengapresiasi diberikanya program pemberdayaan bagi warga bekas pekerja seks di Kabupaten Nganjuk. Diharapkan dengan mereka diberdayakan sehingga tidak lagi kembali ke profesi yang kurang baik di masyarakat tersebut.

"Mungkin inovasi pemberdayaan ini menjadi yang pertama di Jawa Timur, sehingga warga yang sebelumnya memiliki profesi kurang baik tersebut menjadi baik dan perekonomian mereka bisa terjada serta membaik pula," kata Marhaen Djumadi usai meresmikan Cafe SKA Kartini di komplek Kantor Dinas Sosial dan PPPA Kabupaten Nganjuk, Kamis (11/8/2022).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, dengan diberikanya tempat sebagai program pemberdayaan dan diberikanya fasilitas bagi warga bekas pekerja seks tersebut sebagai langkah strategis dari Dinsos Nganjuk dalam menyelesaikan masalah. Yakni Dinsos tidak sekedar menampung dan memberikan pelatihan keterampilan namun juga memberikan tempat untuk praktek jualan hasil ketrampilan dalam pelatihan.

"Kami kira ini program strategis yang patut dijaga dan terus dilanjutkan demi mengentaskan mereka yang sempat terpuruk di dunia kelam akibat tuntutan ekonomi," ucap Marhaen Djumadi.

Sementara Kepala Sentra Terpadu Balai Besar Kartini Temanggung, Rahmat Kusnadi mengatakan, dengan diberikanya fasilitas tempat untuk produktif bagi warga binaan Balai Kartini di Nganjuk tersebut cukup baik. Hal itu juga sebagai atensi rehabilitas sosial dengan memberdayakan pemeluk kesejahteraan sosial. Yakni pekerja profesi lain bisa diberdayakan di sebuah Cafe SKA Kartini di Nganjuk.

"Program ini cukup baik dan luar biasa, apalagi bila melihat lokasi strategis untuk Cafe SKA sehingga kami harapkan bisa bermanfaat untuk menunjang perekonomian warga yang telah kami berikan pembinaan dan pelatihan," kata Rahmat Kusnadi.

Memang, diakui Rahmat Kusnadi, program pemberdayaan yang dilaksanakan Dinsos Nganjuk tersebut merupakan adopsi dari sistem yang ada dan dijalankan Kemensos. Dan Dinsos Nganjuk dapat mengimplementasikanya melaui Cafe SKA Kartini yang diperuntukkan bagi warga bekas pekerja seks tersebut.

"Dan kami optimis program pemberdayaan ini akan berkembang dengan baik bila melihat banyak pemerhati sosial yang memberikan apresiasi dan tentunya mereka siap meramaikan Cafe SKA Kartini demi menunjang perekonomian warga tersebut," tutur Rahmat Kusnadi.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved