Jurnalisme Warga

Kontekstualisasi Nilai Bela Negara melalui Program Generasi Lingkungan dan Penulisan Kreatif

Kontekstualisasi nilai bela negara tidak hanya diwujudkan dalam aktivitas angkat senjata maupun gerakan-gerakan fisik, namun dalam pemikiran juga

Editor: eben haezer
ist/dok.pribadi
Pelaksanaan program menulis antologi cerita bertemakan Cinta Tanah Air dan Bela Negara berbasis tulisan kreatif melalui laman storial.co 

Penulis: Zuhda Mila Fitriana, S.H., LL.M. (Dosen Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur)

TRIBUNMATARAMAN.com - Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa bela negara merupakan hak dan kewajiban bagi warga negara Indonesia.

Kewajiban ini dikuatkan dalam aturan khusus pertahanan negara sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat (1) dan (2) UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Penyelenggaran dalam bentuk lainnya adalah Pendidikan Kewarganegaraan, Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, Pengabdian sebagai prajurit TNI secara suka rela dan secara wajib, dan pengabdian sesuai profesi.

Kontekstualisasi nilai bela negara tidak hanya diwujudkan dalam aktivitas angkat senjata maupun gerakan-gerakan fisik. Namun juga dapat diimplementasikan dalam aktivitas dan pemikiran sehari-hari.

Kesadaran berbela negara dapat pula diwujudkan melalui perilaku berbasis patriotisme. Salah satunya melalui menjaga lingkungan dan ketahanan nasional berbasis lingkungan.

Aktivitas menjaga lingkungan termasuk menjadi salah satu bentuk nyata cinta tanah air yang juga menjadi bagian dari nilai bela negara. Sebab, lingkungan yang baik, sumber daya manusia yang mumpuni, secara tidak langsung akan berdampak atas keterwujudan ketahanan nasional.

Sehingga, ini menjadi tanggung jawab penuh sesuai amanat konstitusi bagi warga negara indonesia untuk mengimplementasikan cinta tanah air khususnya menjaga lingkungan sebagai salah satu wujud bela negara paling sederhana.

Sejak zaman Presiden Soekarno, generasi muda atau pemuda sudah menjadi tulang punggung eksistensi negara ini. Pemuda diharapkan menjadi tulang punggung pertahanan dan ketahanan nasional. Oleh karena itu, para pemuda diharapkan memiliki kemampuan dasar bela negara dan mewujudkan rasa cinta tanah air dengan caranya masing-masing.

Melihat potensi tersebut, sekaligus untuk mewujudkan asas partisipatif dalam upaya konservasi lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Perintisan Pengembangan Generasi Lingkungan.

Program ini diatur dalam PermenLHK No. 8 Tahun 2022 tentang Perintisan Pengembangan Generasi Lingkungan yang ditetapkan sejak tanggal 19 April 2022.

Agenda utama program generasi lingkungan ini adalah untuk mengaktualisasikan prinsip-prinsip lingkungan hidup dan keberlanjutan sejak dini serta menanamkannya sebagai bagian dari etos kerja.

Pasal 9 ayat (1) PermenLHK No.8 Tahun 2022 tersebut mengatur bahwa gerakan peduli dan berbudaya lingkungan dalam kehidupan keseharian dapat dilaksanakan termasuk dalam lingkungan pendidikan.

Secara tidak langsung, program ini diwujudkan dalam kolaborasi antara praktisi lingkungan dengan akademisi atau para edukator lainnya. Salah satu upaya sederhana kolaboratif adalah meningkatkan level literasi, khususnya yang terkait dengan penanaman nilai konservasi lingkungan dan sustainabilitas bagi generasi muda.

Bagai mendayung dua tiga pulau terlampaui, ini akan membantu meningkatkan ranking minat baca yang dikeluarkan oleh UNESCO.  Pada 2019, Indonesia berada di posisi 62 dari 70 negara dalam perankingan minat baca.

Sejauh ini, di area lokal Solo saja, minat membaca warga lokal mencapai angka 75-79 dari skala 0-100.  Ini menunjukkan adanya sebuah urgensi untuk bisa meningkatkan minat baca bagi warga Indonesia. Sekaligus berupaya menanamkan nilai-nilai penting bela negara dan cinta tanah air.

Beberapa cara yang mungkin untuk mencapai harapan tersebut adalah menggunakan media literasi yang kreatif dan menarik minat baca lintas usia, termasuk bagi generasi muda.

Untuk mendukung program ini serta meningkatkan indeks literasi digital bagi generasi muda di Kota Surabaya, Tim Dosen dari Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur yang terdiri dari Adelia Savitri, S.Hum., M.Hum dan Eka Nanda Ravizki, S.H., LL.M. bekerjasama dengan TBM RW 2 Pradahkalikendal melaksanakan program menulis antologi cerita bertemakan Cinta Tanah Air dan Bela Negara berbasis tulisan kreatif melalui laman storial.co.

Luaran ini diharapkan mampu menunjang keterwujudan dari program generasi lingkungan yang diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hukum dan Kehutanan serta menanamkan nilai implementatif Bela Negara.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved