Selasa, 5 Mei 2026

Berita Kripto

Tak Sengaja Dapat Kiriman 200 Bitcoin (BTC), Pria di Korsel Dihukum 18 Bulan Penjara

Seorang pria di Korea Selatan dihukum 18 bulan penjara oleh pengadilan tinggi Korea Selatan karena tak sengaja mendapat kiriman 200 Bitcoin (BTC)

Tayang:
Penulis: eben haezer | Editor: eben haezer
ist/kompas.com
Ilustrasi Bitcoin. Pengadilan Tinggi Korea Selatan menjatuhkan vonis 18 bulan penjara kepada seorang pria yang tak sengaja menerima 200 Bitcoin namun tak berusaha mengembalikannya. 

Terpompanya harga Bitcoin ini sedikit memberi harapan bagi pasar.

Baca juga: DOGE Berusaha Pertahankan Tren Kenaikan Setelah Cuitan Elon Musk

Namun, dikutip dari Kontan.co.id, trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengungkapkan bahwa rebound harga Bitcoin terjadi karena nilainya yang sudah oversold.

Hal itu terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik mingguan yang sudah oversold. Artinya, tekanan jual sudah mereda, sehingga harganya bisa kembali naik dalam jangka pendek.

Dia juga melihat bahwa investor tampaknya memanfaatkan rendahnya volume trading di akhir pekan untuk melakukan strategi buy the dip, sama seperti yang terjadi di pasar modal.

“Mereka memutuskan memborong aset kripto saat ini, karena takut menunggu fase bullish yang lebih lama lagi, jadi berusaha untuk take profit secara singkat,” katanya

Baca juga: Mengenal Istilah-istilah Dalam Investasi Kripto yang Wajib Diketahui Para Pemula

Menurut Afid, Bitcoin masih sulit keluar dari tekanan dalam jangka pendek.

Pasalnya, investor tetap cemas dengan inflasi yang tinggi, berlanjutnya kejatuhan ekonomi dari invasi Rusia ke Ukraina, dan kemungkinan meningkatnya resesi global.

Belum lagi ada sentimen dari kekhawatiran mengenai rapuhnya sistem aset kripto. Hal ini muncul setelah platform Celsius sempat menghentikan proses withdrawals-nya, serta adanya rumor gagal bayar utang (insolvency) yang melanda perusahaan modal ventura, Three Arrows Capital.

“Saat ini, Bitcoin masih lemah dan tidak ada kejelasan di mana titik bottom yang akan ditujunya. Analisa teknikal tidak begitu berguna saat ini, tapi fundamental atau makroekonomi yang bisa menentukan arah Bitcoin,” imbuh Afid.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved