Kasidah Nasida Ria
Kiprah Grup Kasidah Nasida Ria yang Mengawali dari Rebana Hingga Tiga Kali Tampil di Jerman
Nasida Ria memenangi beberapa penghargaan, termasuk dari PWI pada tahun 1989. Lagu "Perdamaian", ditulis Masruri, sering ditayangkan di stasiun radio.
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
Enam tahun kemudian, mereka diundang ke Berlin, Jerman untuk bermain di Die Garten des Islam (Pameran Budaya Islam) oleh Haus der Kulturen der Welt.
Pada bulan Juli 1996, mereka kembali ke Jerman untuk Festival Heimatklange, dengan acara di Berlin, Mülheim, dan Düsseldorf.
Setelah tahun 2000, Nasida Ria lebih jarang suksesnya. Beberapa anggota diganti karena telah meninggal atau keluar dari band.
Nasida Ria sekarang dimarkaskan di Semarang.
Manajernya adalah Choliq Zain, anak dari HM Zain.
Nasida Ria kini memiliki 12 Alfiatel yaitu Hj. Rien Djamain, Hj. Afuwah, Hj. Hamidah, Hj. Nadhiroh, Hj. Nurhayati, Hj. Nurjanah, Hj. Thowiyah, Sofiyatun, Uswatun Khasanah, Titik Mukaromah, Nazla Zain & Alfiatul Khoiriyah.
Selain itu Nasida Ria juga memiliki grup untuk juniornya yang bernama Qasidah ezzurA.
Grup musik legendaris asal Kota Semarang ini kembali membuat geger publik nusantara pada Sabtu, 20 Juni 2022.
Nasida Ria tampil membawakan lagu-lagu qasidah andalannya di panggung dunia dalam ajang Opening Week Music Program Documenta Fifteen di Kassel, Jerman.
Penghargaan
Nasida Ria telah menangi beberapa penghargaan, termasuk dari PWI pada tahun 1989.
Lagu "Perdamaian", ditulis oleh Masruri, sering ditayangkan di stasiun radio pada musim Lebaran selama berpuluh tahun.
Bahkan lagu ini pernah dikover oleh band Gigi pada album mereka: Raihlah Kemenangan.
"Kota Santri" pernah dikover oleh Krisdayanti dan mantan suaminya Anang Hermansyah.
Terkenalnya Nasida Ria, ternyata juga diikuti berbagai pemusik kasidah modern pada tahun 1990-an, termasuk Haddad Alwi dan Sulis.