Kamis, 16 April 2026

Hari Lahir Bung Karno

Semalam Suntuk Melukis Wajah Bung Karno Diiringi Mocopatan dan Karawitan

Semalam suntuk, pelukis Soni Yuliono asal Blitar menyelesaikan lukisan potret wajah Bung Karno. Lukisan rampung saat Hari Lahir Bung Karno

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
ist
Pelukis Soni Yuliono dari Blitar semalam suntuk melukis wajah Bung Karno di Rumah Persada Sukarno Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Senin (6/6/2022) dini hari. 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Semalam suntuk, pelukis Soni Yuliono asal Blitar menyelesaikan lukisan potret wajah Bung Karno saat remaja di halaman Rumah Persada Sukarno Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri

Soni Yuliono memulai melukis wajah Bung Karno pada Minggu (5/6/2022) petang menjelang Magrib serta menyelesaikan lukisan pada Senin (6/6/2022) menjelang terbit fajar, atau tepat bersamaan dengan Hari Lahir Bung Karno

Uniknya saat menyelesaikan lukisannya, Soni diiringi dengan aneka tetabuhan mulai seni musik modern, pembacaan puisi, seni mocopatan sampai dengan seni karawitan. 

Baca juga: Pemkot Surabaya Gelar Sayembara Desain Patung Bung Karno, Hadiahnya Ratusan Juta Rupiah

Soni memilih untuk melukis wajah Bung Karno saat berusia remaja dengan memakai blangkon.

Seperti diketahui Bung Karno menghabiskan masa kecilnya di rumah Desa Pojok, Kecamatan Wates.

Rumah tempat masa kecil Bung Karno telah diberi nama Rumah Persada Sukarno yang diresmikan oleh Guruh Sukarno Putra selaku Ketua Yayasan Bung Karno pada 28 Oktober 2015. 

Lukisan sosok Bung Karno remaja dilukis di atas kanvas ukuran 1 x  1,2 meter menggunakan aneka pewarnaan.

Lukisan diselesaikan dalam waktu sekitar 11 jam non stop.

Soni Yuliono menjelaskan, kegiatan melukis wajah Bung Karno dimulai menjelang Magrib dan selesai menjelang terbit fajar.

"Ini terkait dengan sebutan beliau sebagai Putra Sang Fajar. Waktu saat lahirnya menjelang fajar," ungkapnya.

Sementara model lukisan Bung Karno dilukis saat usia remaja dengan aliran realis. "Ini tantangan saya dalam semalam harus menyelesaikan lukisan realis," tambahnya.

Terkait dengan iringan alunan musik hingga dini hari, kata dia dilakukan untuk melestarikan budaya. 

Selain itu untuk menambah konsentrasi dalam melukis sosok leluhur ada penyatuan sehingga fokus konsentrasinya. 

Lukisan realis Bung Karno dibuat dengan warna-warna klasik diselesaikan sendiri oleh Soni.

"Lukisannya nonstop, hanya beberapa menit waktu untuk kedua  istirahat," ungkapnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved