Minggu, 12 April 2026

Berita Kediri

Hadiri 'Pecel Baris', Bupati Kediri Mas Dhito: PKL Pintar Bahasa Inggris, Wisatawan Berdatangan

Bupati Kediri mendorong agar pelaku UKM dan PKL terampil berbahasa inggris untuk mendongkrak jumalh wisatawan.

Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/luthfi husnika
Bupati Kediri, Mas Dhito saat membuka kegiatan Pecel Baris di lembaga kursus Global English, Kecamatan Pare beberapa waktu lalu. 

Reporter: Luthfi Husnika

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana melihat dengan adanya bandara pada 2023 mendatang, kemampuan bahasa inggris dinilai menjadi sangat penting dimiliki bagi masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha di Kabupaten Kediri. 

"Karena kita nanti mau punya bandara, kalau kita kedatangan turis masyarakat kita jadi sangat perlu sekali, tingkat urgensi bahasa inggris menjadi sangat penting sekali begitu nanti kita punya bandara," kata Mas Dhito saat membuka kegiatan 'Pecel Baris' di lembaga kursus Global English, Kecamatan Pare beberapa waktu lalu.

Mas Dhito menyambut baik kegiatan pelatihan bahasa inggris yang diinisiasi lembaga kursus bahasa Global English kepada para pelaku usaha yang mencari nafkah di kawasan Kampung Inggris Pare.

Pelatihan bahasa inggris bertajuk 'Pecel Baris' atau Pekan Ceria Latih Bahasa Inggris itu digelar selama satu bulan mulai 24 Mei 2022.

"Ide ini saya harap mempunyai dampak atau multi player effect yang sangat luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Kediri," tuturnya.

Mas Dhito itu berharap kegiatan pelatihan itu bisa menular ke tempat-tempat kursus lain. Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu tak menampik, kemungkinan kegiatan itu ke depannya akan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Kediri.

"Harapannya Pecel Baris ini bisa terus berlangsung atau nanti bisa menjadi agenda tahunan pemerintah Kabupaten Kediri," ucap Mas Dhito.

Kegiatan pelatihan bahasa inggris yang diadakan Global Inglish itu digelar ke-3 kalinya sejak 2018. Pelatihan bahasa inggris diperuntukkan untuk PKL, pemilik warung bahkan pelaku ojek online yang ada di sekitar Kampung Inggris Pare.

Mas Dhito menyebutkan, sesuatu yang besar itu dimulai dari yang kecil. Meski peserta yang mengikuti kegiatan Pecel Baris saat ini belum banyak, tak menutup kemungkinan ke depannya peserta bakal lebih banyak dan bisa menjangkau lebih banyak orang terutama yang bekerja mencari nafkah di Kampung Inggris.

Sebagai bentuk dukungan, Mas Dhito menyatakan pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan penataan Kampung Inggris Pare dengan bekerjasama pemerintah pusat. Pengerjaannya diperkirakan dimulai pada tahun 2022 ini hingga 2023 mendatang.

"Pecel baris ini agenda yang sangat luar biasa, saya berharap di tahun 2024 bisa dimulai di satu jalanan di Kampung Inggris, ini bukan nyolong ide, nanti pemerintah ajak Global Inggris, FKB (Forum Kampung Bahasa) kita gandengan bareng-bareng," pungkasnya.

Sementara itu, CEO Global English, Agus Tri Winarso mengaku ide menggelar pelatihan bahasa inggris bagi pelaku usaha di Kampung Inggris itu berawal dari informasi yang diterima sekitar tahun 2006 saat kuliah di Yogyakarta.

Waktu itu, lanjut Agus, dari teman-temannya dikatakan bahwa di Kampung Inggris itu setiap orang belanja, melakukan aktivitas mesti menggunakan bahasa Inggris. Gambaran seperti itu muncul di semua orang yang akan datang ke Kampung Inggris.

"Berawal dari cerita itu, mohon maaf tidak cuma saya yang merasakan bahwa di Kampung Inggris itu menemukan bayangan sebelum berangkat tadi, ternyata di kampung Inggris ini masih banyak orang-orang, mohon maaf masih menggunakan bahasa indonesia," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved