Berita Nganjuk

Dua Bulan Terakhir Satresnarkoba Polres Nganjuk Panen Puluham Tersangka Pengedar & Pengguna Narkoba

Jajaran Satresnarkoba dalam kurun waktu sekitar dua bulan amankan 34 tersangka pengedar dan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: faridmukarrom
Tribun Mataraman / Ahmad Amru
Puluhan tersangka pengedar dan pengguna Narkoba Polres Nganjuk yang diamankan Satresnarkoba dalam dua bulan terakhir. 

Laporan Wartawan Tribun Mataraman Ahmad Amru

TRIBUNMATARAMAN.COM | NGANJUK - Jajaran Satresnarkoba dalam kurun waktu sekitar dua bulan amankan 34 tersangka pengedar dan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang.

Dimana diketahui  sebanyak 13 orang tersangka terlibat kasus narkotika jenis sabu dan sebanyak 21 orang tersangka terlibat kasus obat keras berbahaya (okerbaya).

Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang menjelaskan, dari tangan para tersangka Narkoba tersebut diamankan barang bukti sabu-sabu seberat 60,13 gram, pil koplo jenis double L sebanyak 71.314 butir, 3 unit kendaraan, dan 25 buah ponsel.

"Kami apresiasi jajaran Satresnarkoba Polres Nganjuk yang dalam waktu sekitar 2 bulan mampu membongkar dan mengamankan puluhan pelaku serta barang bukti dari pengedar serta pengguna narkoba di Nganjuk," kata Boy Jeckson Situmorang dalam pers rilis, Jumat (20/5/2022).

Tersangka pengedar narkoba yang diamankan polisi
Puluhan tersangka pengedar dan pengguna Narkoba Polres Nganjuk yang diamankan Satresnarkoba dalam dua bulan terakhir.

Diantara para tersangka pengedar dan pengguna Narkoba yang diamankan, dikatakan Boy Jeckson, yakni sepasang suami istri (pasutri) berinisial AS dan WN warga Desa Candirejo Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk.

Kedua tersangka Pasutri tersebut nekat mengedarkan ribuan butir pil koplo atau pil dobel L untuk mengambil keuntungan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kedua tersangka ditangkap di rumahnya yang juga sebuah warung nasi.

"Ini pelajaran bagi siapa saja untuk tidak bermain dengan Narkoba yang jelas-jelas bisa merusak generasi bangsa. Dimana Pastutri tersebut akhirnya harus berurusan dengan hukum setelah kedapatan menjalankan usaha edarkan Narkoba," ucap Boy Jeckson.

Sementara Kasat Narkoba Polres Nganjuk, AKP Joko Santoso menambahkan, penangkapan pasutri tersebut berawal dari ditemukan pengguna atau pemakai pil dobel L di bawah umur.

“Setelah kita kembangkan informasi dari pemakai, barang haram itu didapat dari pasutri tersebut," kata Joko Santoso.

Selanjutnya, ungkap Joko Santoso, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, ditemukan pengedar di atasnya beserta barang bukti berupa pil dobel L dengan jumlah yang cukup besar.

“Dari pemeriksaan, pasutri ini mengaku menjual pil dobel L baru sekali. Namun, kita terus lakukan proses penggalian fakta," ujar Joko Santoso.

Dari tangan pasutri tersebut, tambah Joko Santoso, petugas berhasil mengamankan BB berupa 3 botol plastik masing-masing berisi 900 butir pil dobel L dan 4 plastik berisi 90 butir.

"Saat ini, kami masih terus kembangkan semua kasus peredaran Narkoba di Kabupaten Nganjuk, Apalagi ada indikasi wilayah Nganjuk menjadi salah satu tempat  transaksi dan pasar para pengedar Narkoba dari daerah sekeliling Nganjuk," tutur Joko Santoso

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved