Berita Nganjuk

Pemkab Nganjuk Mulai Menggelar Sekolah Anak, Perempuan Dan Masyarakat Marginal

Pemkab Nganjuk melaunching Program Sekolah Anak, Perempuan Dan Masyarakat Marginal (Sapa Mama) serta Desa ramah perempuan dan peduli anak (DRPPA).

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
ist
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi saat melaunching sekolah anak, perempuan dan  Masyarakat Marginal di Kabupaten Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Pemkab Nganjuk melaunching Program Sekolah Anak, Perempuan Dan Masyarakat Marginal (Sapa Mama) serta Desa ramah perempuan dan peduli anak (DRPPA).

Hal itu dilakukan dalam upaya mewujudkan Kabupaten Nganjuk menjadi Kabupaten Layak Anak.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, diluncurkanya program Sapa Mama dan DRPPA tersebut sebagai program sangat penting.

Program yang diinisiasi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) dengan sinergitas yang baik diharapkan membawa kemajuan untuk Kabupaten Nganjuk.

"Program ini wujud nyata kehadiran Pemerintah untuk memberikan kesejahteraan kepada perempuan dan perlindungan pada anak," kata Marhaen Djumadi, kemarin.

Khusus untuk kaum perempuan, dikatakan Marhaen Djumadi, memiliki peran sangat penting sebagai tokoh sentral yang mampu berkontribusi menyukseskan pembangunan di Kabupaten Nganjuk.

"Kemampuan dan kapasitas yang luar biasa inilah yang mendasari bahwa kesetaraan dan keadilan gender merupakan salah satu tujuan pembangunan di Kabupaten Nganjuk, yang diwujudkan dengan berbagai program kegiatan yang responsif gender oleh masing-masing perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya," ucap Marhaen Djumadi.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani mengatakan, pihaknya mengucapkan selamat kepada Kabupaten Nganjuk yang sudah mendapatkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) di atas rata-rata Jawa Timur dan Nasional. Hal itu menunjukkan bahwa kesetaraan gender di Kabupaten Nganjuk ini sangat luar biasa.

Selain dilihat dari IPG nya, menurut Restu Novi Widiani, perempuan di Kabupaten Nganjuk ini sudah banyak sekali  memproduksi berbagai produk-produk unggulan di daerahnya.  

"Ini merupakan salah satu kreasi bagus yang dilakukan oleh kaum perempuan," kata Restu Novi Widiani.

Oleh karena itu, ungkap Restu Novi Widiani, pihaknya juga sangat senang dan bangga dengan program yang dibuat Pemkab Nganjuk. Program yang melibatkan pengorganisasian perempuan dan anak di desa dengan membuat suatu komunitas, kelompok program Sekolah Anak, Perempuan dan Masyarakat Marginal (Sapa Mama) disertai dengan adanya dukungan dari 13 motivator.

"Kami yakin dengan adanya dukungan dari motivator yang berpengalaman, program ini bisa sukses dan berjalan dengan lancar sesuai harapan pemerintah," tutur Restu Novi Widiani. (aru/Achmad Amru Muiz)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved