Jembatan Balun Ambles

Jalan Plembon - Sukodadi yang Jadi Alternatif Ketika Jembatan Balun Patah Kini Alami Kerusakan Parah

Jalan sukodadi yang menjadi alternatif saat jembatan balun ambles mengalami kerusakan parah. 

Editor: faridmukarrom
Hanif manshuri
Ini kondisi jalan Sukodadi, tepatnya di jalan Airlangga, sapanjang 1 kilometer rusak parah, kerusakan serupa juga terjadi di Plembon, Rabu (20/4/2022) Hanif Manshuri 

TRIBUNMATARAMAN.com | LAMONGAN - Jalan sukodadi yang menjadi alternatif saat jembatan balun ambles mengalami kerusakan parah. 

Jika dihitung hari, jalan Sukodadi, tepatnya di Plembon- Menongo - Airlangga hanya 22 hari dilintasi untuk jalur alternatif, pasca Jembatan Balun patah.

Meski belum genap sebulan, kerusakan jalan di jalur tersebut cukup parah.

Banyak kubangan mengangah teramat dalam jadi genangan air saat turun hujan dan setiap saat mengacam para pengguna jalan.

Sebelum dimanfaatkan  sebagai jalur alternatif, ruas jalan itu juga kerap dilintasi kendaraan besar  bertonase berat melebihi kelas jalan.

Baca juga: Jembatan Balun Lamongan Sudah Lolos Uji Beban, Minggu Sore Sudah Boleh Dilewati

Apalagi, selama ada pengalihan arus dan kepadatan kendaraan berat di jalan tersebut semakin meningkat, kerusakannya  bertambah parah.

Tak hanya pecah, jalan tersebut bahkan rimbun kubangan maut. Sejumlah kendaraan banyak yang terperosok saat melintasi.

Terhitung dalam sepekan saja,  setidaknya sudah ada 4 truk yang terguling di kawasan itu. Pengemudi tak mampu mengendalikan kendaraannya ketika tiba-tiba salah satu rodanya terjerembab  masuk di titik jalan rusak yang begitu dalam.


"Sebelumnya jalur ini sudah rusak, namun diperparah setelah hampir sebulan jadi jalur alternatif," kata Mukhlis, warga setempat, Rabu (20/4/2022).

Ini kondisi jalan Sukodadi, tepatnya di jalan Airlangga, sapanjang 1 kilometer rusak parah, kerusakan serupa juga terjadi di Plembon, Rabu (20/4/2022) Hanif Manshuri
Ini kondisi jalan Sukodadi, tepatnya di jalan Airlangga, sapanjang 1 kilometer rusak parah, kerusakan serupa juga terjadi di Plembon, Rabu (20/4/2022) Hanif Manshuri (Hanif manshuri)


Jika pengendara tidak ekstra hati-hati bisa dipastikan akan jatuh terpereset, utamanya pengguna motor.


Kerusakan tidak hanya di ruas jalan Airlangga, di Sumberaji, Menongo dan Plembon juga mengalami kerusakan serupa.


Warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jalan yang rusak sebelum banyak korban akibat kecelakaan.


"Yang sering, terjadi kecelakaan tunggal," ungkap  seorang mahasiswa Unisda, Saputra yang tiap hari melintas dari tempat kos ke kampus dan sebaliknya.


Menanggapi kerusakan jalan ini, Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Sujarwo membenarkan, bahwa banyak kendaraan yang bertonase melebihi ketentuan kapasitas jalan nekat melintasi jalan kelas III tersebut. Sehingga kerusakan jalan pun tak bisa dihindarkan.

Baca juga: Hore Jembatan Balun Sudah Rampung, Sabtu dan Minggu Siang Ditutup Total untuk Uji Beban Beton


"Tapi kerusakan jalan itu akan segera kita tangani. Jembatan Balun sudah dibuka, pembangunan jalan Menongo -Sukodadi sudah bisa dimulai," ungkap Sujarwo kepada Surya.co.id, Rabu (20/4/2022).

Jika perbaikan dipaksakan sebelum Jembatan Balun tuntas,  maka ongkos yang dibutuhkan lebih besar

Diketahui sebelumnya, selain rusak pasca jadi lajur alternatif, jalan ini juga pernah terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan yang melanda kawasan setempat.

Ketinggian air banjir mencapai sekitar 50 hingga 60 centimeter. Sehingga, hal ini cukup mengganggu aktifitas warga.

Menurut Sujarwo, penanganan darurat di jalan setempat sudah pernah dilakukan, meski kini kembali dipenuhi lubang. Penanganan darurat pernah dilakukan, namun rusak lagi.

Diungkapkan, untuk pembangunan jalan tersebut sudah dianggarkan sekitar Rp 2, 9 miliar. Dan pada 2022 ini  akan dicor sekaligus ditinggikan.

"Akan dilakukan peningkatan, dengan konstruksi CBC atau cor beton sepanjang 900 meter, " ungkapnya.

Pembangunan jalan Sukodadi itu bersamaan dengan pembangunan di 130 ruas jalan lainnya di Lamongan.

Kalau panjang keseluruhan jalan di 130 ruas itu mencapai sepanjang 665 kilometer.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved