Jembatan Balun Ambles
Menteri PUPR Basuki Tinjau Jembatan Poros Nasional Balun yang Ambles di Kabupaten Lamongan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono tinjau jembatan balun yang ambles di Kabupaten Lamongan
Laporan Wartawan Hanif Manshuri
TRIBUNMATARAMAN.com | LAMONGAN - Insiden Jembatan Balun (Ngaglik 1) menjadi perhatian Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.
Bahkan perhatian Basuki tidak hanya fokus pada Jembatan Balun saja, namun kini ia harus memastikan kondisi jalan nasional dan jembatan untuk menghadapi mudik lebaran.
"Makanya kami mulai dari Surabaya lewat darat terus nanti sampai Jakarta," kata Basuki saat meninjau Jembatan Balun, Jumat (8/4/2022).
Bahkan hari ini ia akan keliling untuk melihat kesiapan jalan tol dan non tol yang nasional.

Masalahnya, ungkap Basuki, seperti yang disampaikan Presiden, bahwa mudik tahun ini akan euforia, karena sudah tahun tidak ada yang mudik. Dan bisa dibayangkan bagaimana antusiasnya orang yang akan mudik.
"Diperkirakan antara 79 juta sampai 85 juta orang akan mudik," katanya.
Mereka yang mudik itu ada ke Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan 48 persen pemudik akan lewat darat.
Jika pemudik 80 juta, itu hampir 40 juta orang lewat darat.
"Kalau satu mobil berisi 5 orang, tinggal hitung berapa mobil atau bus yang akan lewat," ungkapnya.
Dari Surabaya ke Lamongan ia sudah melewati jalan yang baru di rigid (dirabat beton) antara Lamongan - Gresik. Dan hanya tinggal sisa 6 Kilometer yang belum di rigid.
"Total 16 Kilometer yang Lamongan saya kira udah mulus. Insya Allah yang sedang dikerjakan rigid ini nanti H-11 akan sudah open traffic."
Menyinggung Jembatan Balun, ia mendapati informasi, jika jembatan itu tidak ambles, tapi patah girdernya."Ini jembatannya bukan ambles, tapi patah girdernya, " ungkapnya.
Sebagaimana laporan yang ia dapatkan dari Satker, bahwa saat kejadian ada truk gandengan yang melintas melebihi beban.
Jembatan yang patah, menurutnya, dulu bebannya SNI lama. Sekarang ini (Jembatan yang diperbaiki), adalah SNI baru baru lebih kuat.
Tapi, masih kata Basuki, bukan berarti memperbolehkan atau menghalalkan kendaraan yang beban lebih.
Jembatan baru lebih aman dengan girder yang baru dengan SNI yang baru.