Jembatan Balun Ambles
Jembatan Balun Ditargetkan Selesai H - 10 Sebelum Lebaran, Gubenur Khofifah Minta Masyarakat Sabar
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa amblesnya Jembatan Balun di Kabupaten Lamongan langsung ditangani.
Laporan Wartawan Fatimatus Zahro
TRIBUNMATARAMAN.com | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa amblesnya Jembatan Balun di Kabupaten Lamongan langsung ditangani.
Bahkan ia menargetkan bahwa perbaikan jembatan yang ambles ini akan rampung maksimal H-10 Lebaran Idul Fitri.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jatim melalui Dinas PU Bina Marga Jatim, serta pihak-pihak terkait telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali untuk membangun kembali akses jalan.
Menurut Khofifah, percepatan perbaikan jembatan sangat vital dilakukan mengingat Jembatan Ngaglik berada di jalan poros nasional Lamongan.
Baca juga: Jembatan Balun Lamongan Diperkirakan Mulai Bisa Digunakan H - 10 Sebelum Lebaran
Yang mana, jembatan tersebut merupakan bagian dari konektivitas Bromo-Tengger-Semeru (BTS) yang berlokasi di ruas Jalan Widang/Bedahan, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Tumenggungbaru, Tumenggungan, Lamongan.
"Jadi amblesnya Jembatan Ngaglik ini bisa berpengaruh pada perputaran perekonomian masyarakat. Maka, ini prioritas Pemprov Jatim untuk segera memperbaiki jembatan ini," ujarnya, Kamis (31/3/2022).
Khofifah menjelaskan, jembatan dengan bentang 25,8 meter yang dibangun pada 1993 itu sudah mengalami pelebaran. Dan ketika jembatan ambles, area yang rusak berasal dari konstruksi lama sedangkan area penambahan baru masih utuh.
Baca juga: Tips Jalur Rekayasa Lalu Lintas dari Arah Surabaya Melewati Lamongan, Pasca Amblesnya Jembatan Balun
"Penyebab kerusakan adalah karena desain jembatan yang dibangun dahulu belum memperhitungkan beban kendaraan seperti sekarang ini. Sehingga ke depan, seluruh jembatan perlu dievaluasi untuk mengukur kekuatan jembatan," jelas Khofifah.
Untuk itu, pada hari amblesnya Jembatan Ngaglik, pemerintah sudah mendatangkan alat berat excavator 2 unit untuk membongkar dan membersihkan jembatan yang runtuh. Pengerjaan tersebut membutuhkan waktu 4 hari.
Selanjutnya, balok jembatan yang putus akan diganti dengan balok girder yang akan sampai dalam kurun waktu 10 hari. Sementara untuk pemasangan balok, dibutuhkan waktu 4 hari.

"Sesudahnya akan dipasang plat lantai jembatan yang butuh waktu 12 hari. Baru pengaspalan jembatan yang diperkirakan butuh waktu 1 hari saja. Insya Allah, H-10 lebaran atau sekitar 22 April 2022, Jembatan Ngaglik akan bisa beroperasi lagi," ungkap Khofifah.
Sambil menunggu perbaikan jembatan, mantan Menteri Sosial RI itu menerangkan bahwa pengalihan arus lalu lintas untuk kendaran berat akan diarahkan ke Jalan Dandels dan tol. Sedangkan, kendaraan kecil dialihkan ke jalan-jalan dalam Kab Lamongan dan juga memanfaatkan sisa jembatan yang masih utuh.
Sembari menunggu perbaikan jembatan, Khofifah meminta masyarakat agar bersabar dan kooperatif dalam mengakses jalan.

Ia juga mengatakan, dengan datangnya Bulan Ramadhan, pemerintah akan berusaha menjaga kekhusyukan dan suasana yang kondusif.
"Mohon bersabar sampai Jembatan Ngaglik bisa digunakan lagi. Insya Allah, kami usahakan agar aktifitas masyarakat selama ibadah puasa tidak terganggu dan bisa menggunakan kembali jembatan vital ini sebelum lebaran," pungkasnya.