Berita Kediri

Skill Complex Problem Solving Lulusan Pondok Pesantren Dibutuhkan Industri Masa Depan

Khofifah mengajak santri untuk mengamalkan apa yang mereka peroleh di pesantren  untuk  membina dan menjaga masyarakat.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/Didik Mashudi
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus dan Alfiyyah Ibni Malik di Ponpes  Al-Falah, Ploso,  Kabupaten Kediri, Senin (7/3/2022) malam.  

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI- Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan pola pendidikan pesantren menjadikan lulusan yang memiliki kemampuan complex problem solving yang dibutuhkan di era industri 4.0 dan industri masa depan. 

Hal itu disampaikan Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus dan Alfiyyah Ibni Malik di Ponpes  Al-Falah, Ploso,  Kabupaten Kediri, Senin (7/3/2022) malam. 

Complex problem solving merupakan skill yang terkait dengan kemampuan memecahkan masalah yang asing dan belum diketahui solusinya dalam dunia nyata. 

Dari 10 skill yang dibutuhkan dalam era industri masa depan  persentase kebutuhan tertinggi adalah complex problem solving (36 persen) sementara social skill (19 persen) dan process skill (18 persen).

Menurut Khofifah, pendidikan di pondok pesantren mengajarkan seluruh santrinya mampu memecahkan permasalahan yang kompleks dengan cara-cara yang kreatif.

 Selain pendekatan science juga pendekatan religiusitas seperti istikharoh (mohon petunjuk agar ditunjukkan hal yang baik).

"Dalam pendekatan industri masa depan,  complex problem solving ternyata merupakan kebutuhan tertinggi. Mulai dari kompleksitas masalah, ekosistem yang tiba-tiba berubah, kepastian mencari jawaban, banyak sektor terdisrupsi,  ternyata semua hal itu solusinya banyak ditemukan di pesantren," jelasnya.

Khofifah mengatakan, kemampuan mengatasi masalah yang kompleks didapatkan santri setiap hari melalui berbagai bentuk kajian kitab kuning dan  kajian sosial kemasyarakatan serta keagamaan serta  istiqomah ibadah yang dilakukan.

Hal tersebut melatih mereka menghadapi masalah dengan tenang , mengidentifikasi solusi dengan detail dan berpegang teguh pada sisi referensi keagamaan. 

"Di pesantren itu ada majelis di mana para kyai dan santri bermusyawarah serta  bermunajat. Di sini juga setiap hari secara istiqomah mereka melakukan qiyamul lail,  salat tahajud juga istikharah dan dzikir di sebagian malam , pagi dan siang. Maka, kalau diurai betul,  mereka bisa memiliki kemampuan  skill complex problem solving ini dengan terus mengasahnya tiap hari," ujarnya. 

Khofifah mengajak santri untuk mengamalkan apa yang mereka peroleh di pesantren  untuk  membina dan menjaga masyarakat.

Menjaga agama dan menjaga negara. Sebab, di tengah krisis pandemi dan tantangan ekonomi, apa yang mereka miliki akan sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan kepastian dan ketenangan hidup.

"Memang betul kita butuh transformasi digital. Tapi bagaimana kita harus menyelaraskan dengan dakwah bil lisan, dakwah bil maal, dakwah bil haal, dan dakwah bil IT. Ini yang kemudian harus kita lakukan berseiring untuk masyarakat, agama , bangsa dan negara," jelasnya. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus dan Alfiyyah Ibni Malik di Ponpes  Al-Falah, Ploso,  Kabupaten Kediri, Senin (7/3/2022) malam. 
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus dan Alfiyyah Ibni Malik di Ponpes  Al-Falah, Ploso,  Kabupaten Kediri, Senin (7/3/2022) malam.  (TribunMataraman.com/Didik Mashudi)

Khofifah berharap agar pendekatan complex problem solving di pondok pesantren bisa diintegrasikan ke permasalahan hidup masyarakat lainnya. Dimana, orang-orang dapat menyelesaikan masalah dengan metode serupa. Lebih luas lagi dalam mencari solusi berbagai kompleksitas masalah bangsa dan  negara. 

Disampaikan, Pemprov Jatim berihtiar untuk menjalankan keberseiringan berbagai ihtiar profesional birokrasi modern dengan ikhtiar sosial keagamaan (Jatim Berkah) sesuai nawa bhakti Provinsi Jatim. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved