Nahdlatul Ulama

Gus Fahrur Minta Pemerintah Gencarkan Operasi Pasar Untuk Atasi Problem Minyak Goreng

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi meminta pemerintah terus tanggap dengan menggencarkan operasi pasar.

Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Operasi Pasar Murah Minyak Goreng satu harga yang digelar Disperindag Kabupaten Nganjuk beberapa waktu lalu dalam upaya menurunkan harga migor di pasar. 

Reporter: Yusron Naufal Putra

TRIBUNMATARAMAN.com | SURABAYA - Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi meminta pemerintah terus tanggap dengan menggencarkan operasi pasar.

Termasuk satgas pangan diperlukan dalam rangka mengusut persoalan kelangkaan minyak goreng di pasaran. 

Gus Fahrur menganggap hal itu penting agar problem kelangkaan minyak goreng dapat sepenuhnya tuntas. 

Baca juga: Gus Yahya Tak Ingin PBNU Jadi Alat Politik PKB

"Meminta kepada satgas pangan segera bergerak mengusut mafia dibalik hilangnya pasokan minyak goreng dari hulu ke hilir, agar diungkapkan pelaku kejahatan mafia penimbunan bahan pangan minyak goreng," kata Gus Fahrur, Senin (7/3/2022). 

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang Malang itu menyatakan, persoalan ini memang perlu terus mendapat perhatian lebih-lebih berdampak pada masyarakat. 

Apalagi, Indonesia merupakan salah satu eksportir CPO terbesar di dunia. Menurut data Kementerian Pertanian (Kementan), total nilai ekspor kelapa sawit dari Indonesia mencapai US$17,36 miliar pada 2020.

Gus Fahrur juga berharap tidak ada pihak yang melakukan penimbunan.

"Penimbunan minyak goreng merupakan tindakan zalim dan diharamkan oleh Agama Islam," jelasnya. 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved