Senin, 13 April 2026

Berita Kediri

Membanggakan, Ecoprint Dim Art Asal Kediri Tembus Pasar Belanda dan Australia

Ecoprint asal Kelurahan Nglatih, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, berhasil tembus ke pasar Belanda dan Australia. 

Penulis: Farid Mukarom | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/farid mukarom
Nanik Setyowati menunjukkan batik ecoprint miliknya yang tembus pasar Belanda dan Australia. 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Ecoprint asal Kelurahan Nglatih, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, berhasil tembus ke pasar Belanda dan Australia. 

Ecoprint dengan merek Dim Art milik Nanik Setyowati (51) ini memang sudah ada sejak 21 tahun lalu. 

Awalnya Nanik adalah penjahit, kemudian akhirnya ia terpikirkan untuk membuat baju.

Nanik kemudian memoles kemampuannya hingga menjadi desainer baju. Merasa ada yang kurang, Nanik kemudian menjajal membuat Ecoprint dari bahan alam.

Akan tetapi pada tahun pertama Nanik sempat menemui kegagalan. Hal itu disebabkan kesalahan dalam pengelolaan warna hingga akhirnya menderita kerugian hingga jutaan rupiah.

Nanik tak beputus asa, ia kemudian mencoba mempelajari teknik pembuatan batik ecoprint dari internet.

Hingga akhirnya satu persatu, Nanik berhasil membuat batik ecoprint seperti untuk baju dan kain.

"Dalam proses pembuatannya minimal membutuhkan waktu hingga 7 hari," ujarnya.

Jika dihitung dalam waktu satu bulan Nanik mengaku bisa memproduksi hingga 30 kain batik Ecoprint.

"Produknya masker, kita manfaatkan sisa kain untuk dibuat masker. Sama produknya itu ada kaos dan kain. Itu adalah produk utama saya," tutur Nanik.

"Bahan baku yang digunakan untuk membuat media Ecoprint adalah daun Lanang, Jati, Pepaya. Serta daun lain yang ada di sekitar kita," imbuh Nanik.

Tak hanya kaos, Nanik juga membuat tas dan sepatu dari bahan bulu domba. 

"Jadi itu semacam kerja sama dengan pihak kedua. 60 persen bahan dari kita lalu pihak kedua kita yang menyelesaikan untuk dibuatkan tas dan sepatu," jelasnya.

Sementara itu terkait pemasaran, Nanik mengaku sudah mengenalkan produknya melalui media sosial.

"Kita konsen pasarkan melalui Facebook, Instagram, dan medsos lainnya," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved