Opini

Membekukan Sel Telur, Bisa Ngetrend?

Orang tidak perlu menikah untuk mendapatkan keturunan, dia bisa cangkokkan sel telurnya pada sel telur yang dibuahi oleh pasangannya.

Editor: eben haezer
Instagram @lunamaya
Luna Maya 

Oleh Yayan Sakti Suryandaru, Dosen Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNAIR Surabaya

Apa yang dilakukan Luna Maya, menarik untuk kita simak. Ibarat sedia payung sebelum hujan, demikian alasan Luna Maya. (Jawapos.com, 19/01/2022).

Perilaku ini akan menjadi sebuah trend, pada masyarakat urban perkotaan terutama bagi yang berada (mampu) dan tidak mau terikat pada lembaga perkawinan. Orang tidak perlu menikah untuk mendapatkan keturunan, dia bisa cangkokkan sel telurnya pada sel telur yang dibuahi oleh pasangannya. Dengan kata lain, praktek ini bisa disebut zina dan dilarang oleh agama.

Di negara Indonesia semua harus dihalalkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia), fatwa MUI ini sangat ampuh untuk meresmikan sebuah tindakan atau produk makanan. Jika MUI tidak segera mengeluarkan fatwa, maka akan muncul ekses negatif atas perilaku ini. Misalnya, joki sel telur, zina dan praktik kedokteran ilegal. Akan banyak muncul praktek dokter abal-abal yang menawarkan jasa hamil tanpa menikah. Ini sangat berbahaya kalau MUI tidak menyadarinya.

Trend Baru

Sebelumnya kita telah mengenal bayi tabung dan bank sperma. Ini biasa dilakukan oleh perempuan yang tidak bisa hamil atau laki-laki yang *maaf mandul. Terutama di kota besar, banyak bermunculan praktek kedokteran semacam ini.

Sayangnya, pembekuan sel telur yang dilakukan Luna Maya ini baru dilakukan di luar negeri, tetapi secara medis Indonesia sudah bisa melakukan hal ini. Jika MUI tidak mengeluarkan fatwa, akan memungkinkan praktek ini akan menjadi ngetrend dan ilegal. Akan muncul praktek perjokian. Artinya seorang perempuan bisa menawarkan secara online jasa sel telurnya dibuahi oleh pasangan lain yang bukan muhrimnya. Praktek ilegal ini bisa ngetrend di masyarakat perkotaan hingga pedesaan sekalipun. Sebab, ini bisa dijalankan secara online.

Sama dengan praktik operasi plastik (oplas), akan muncul praktek medis tidak resmi. Mereka seolah-olah  menawarkan tidak perlu hamil untuk punya anak. Mereka bersedia menawarkan sel telur yang telah dibuahi bukan oleh pasangannya.

Tentu saja praktek ilegal ini bisa marak jika perangkat hukumnya tidak tersedia. Hal ini sama artinya dengan praktek prostitusi ilegal secara online. Lembaga perkawinan akan dipertaruhkan. Orang bisa sangsi pada institusi pernikahan. Orang tidak perlu menikah untuk memiliki anak. Padahal, lembaga perkawinan ada dalam rangka untuk mendapatkan keturunan yang sah. Pernikahan diwajibkan bagi yang akil balig dan mampu.

Apa yang dilakukan Luna Maya memang sah. Selagi dia masih merasa muda (38 tahun) dia melakukan pembekuan sel telur. Jika dirasa dia mengalami menopause tetapi dia telah mendapatkan pasangan untuk menikah, maka sel telur itu siap dibuahi oleh pasangannya. Hamillah dia meski usianya dianggap tidak produktif.  Asal dengan pasangannya yang sah lewat lembaga pernikahan, kebiasaan ini bisa dianggap legal. Tetapi jika sebaliknya, maka akan dianggap perzinahan dan melanggar secara norma maupun agama.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved