Breaking News:

Berita Trenggalek

Antisipasi Gangguan Selama Nataru, Polres Trenggalek Dirikan 5 Pos Pantau di Daerah Rawan

Polres Trenggalek menyiapkan lima pos pantau yang akan diaktifkan selama momen Natal dan tahun baru (Nataru).

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
Tribunmataraman.com/aflahul abidin
Apel Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2021 di Kabupaten Trenggalek yang akan berlangsung 24 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022, Kamis (23/12/2021 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEK – Polres Trenggalek menyiapkan lima pos pantau yang akan diaktifkan selama momen Natal dan tahun baru (Nataru).

Pos pantau itu berada di Agropark, Durenan, Prigi Watulimo, perbatasan Panggul-Pacintan, dan perbatasan Tugu-Ponorogo.

Kapolres Trenggalek, AKBP Dwiasi Wiyaputera menjelaskan, pos pantau didirikan untuk mengawasi dan memperketat lokasi rawan. Baik rawan terhadap tindakan kriminal maupun rawan penularan Covid-19.

“Total personil yang kami siapkan ada 355 personil,” kata Dwiasi, saat Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2021 yang akan berlangsung 24 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022, Kamis (23/12/2021).

Berdasarkan hasil pemetaan kepolisian, ada beberapa kerawanan yang harus diantisipasi selama Nataru.

Antara lain, kerawanan penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti pencurian, tawuran antarkelompok, dan balap liar.

Dengan didirikannya pos pantau tersebut, ditambah dengan jumlah personil yang mencapai ratusan orang, pihaknya berharap risiko-risiko potensi semacam itu bisa diminimalisir.

“Termasuk juga kami akan melakukan pengawasan dan pengetatan pada lokasi rawan penularan Covid-19. Seperti di pusat keramaian dan tempat wisata. Kami juga akan mendorong agar capaian vaksinasi di Kabupaten Trenggalek bisa menyentuh 70 persen sebelum Nataru,” tuturnya.

Kepada para personil yang bertugas di lapangan, Dwiasi menekankan agar aparat mengedepankan tindakan preemtif dan preventif secara humanis.

“Di sisi lain, penegakan hukum harus tetap secara tegas. Tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, sehingga masyarakat bisa merayakan Natal dan melewati momentum tahun baru dengan aman dan nyaman,” sambung dia.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang juga hadir dalam apel tersebut mengatakan, petugas harus berfokus pada pengamanan dan pembatasan kegiatan masyarakat selama operasi.

Selain itu, mereka juga harus memberi pelayanan di tempat mobilitas publik selama 10 hari mendatang.

"Kita siagakan pasukan, khususnya di daerah rawan seperti yang tempat pariwisata. Karena meskipun dibuka, kita tetap harus menghindari keramaian karena kita masih situasi covid,” ujarnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved