Breaking News:

Berita Nganjuk

Plt Bupati Nganjuk Dorong Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Perangkat Desa Dan Pegawai Honorer

Kepesertaan perangkat Desa dan Tenaga Honorer dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dinilai sangat penting

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
Tribunmataraman.com/achmad amru
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi dalam rapat kerja bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Perangkat Desa se-Kabupaten Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Kepesertaan perangkat Desa dan Tenaga Honorer dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dinilai sangat penting.

Ini setelah banyaknya manfaat dari klaim yang diterima peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, banyaknya manfaat yang diterima peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa dilihat dari tenaga Honorer Daerah di lingkungan Pemkab Nganjuk yang mengalami musibah. Dimana klaim yang dibutuhkan bisa didapatkan dari BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

"Pemda merasakan betul manfaat itu, yakni ketika terjadi klaim dari tenaga honorer yang meninggal dalam kecelakaan kerja. Dimana Pemda tidak mampu memberikan apa-apa selain dana klaim dari BPJS Ketenagakerjaan," kata Marhaen Djumadi, kemarin.

Untuk itu, dikatakan Marhaen Djumadi, pihaknya mengajak kepada para pegawai dan pekerja serta karyawan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini setelah banyak manfaat dan jaminan yang bakal diterima ketika terjadi apa-apa yang tidak diinginkan.

"Perlindungan diri dengan BPJS Ketenagakerjaan memang cukup penting," ujar Marhaen Djumadi.
 
Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan sendiri memiliki lima program unggulan. Kelima program unggulan tersebut dapat dirasakan dan melindungi para pesertanya. Baik dari kalangan pekerja, bukan penerima upah maupun masyarakat umum.

Hal itu disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk, Bisri Yusmadi dalam talkshow di Radio Suara Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk.

Dijelaskan Bisri, empat program unggulan BPJS Ketenagakerjaan itu yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebagai program baru BPJS Ketenagakerjaan.

Diungkapkan Bisri, program JKK tersebut bagi seorang yang menjadi pekerja di sebuah perusahaan. Dan lembaga perusahaannya wajib mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal itu untuk melindungi pekerja saat bekerja.

"Jika suatu hari mengalami kecelakaan kerja, dan bahkan meninggal dunia, maka pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan akan memberi santunan sebesar 48 kali upah minimum regional setempat," kata Bisri.

Selain itu, dikatakan Bisri, ada pula santunan kemanusiaan kepada ahli waris.

Jumlahnya mencapai Rp 20 juta yang diberikan secara berkala.

Juga ada biaya pemakaman sebesar Rp 10 juta.

Dan yang lebih bermanfaat bagi keluarga yang memiliki anak dan masih duduk di bangku sekolah, akan diberikan beasiswa.

"Maksimal untuk dua anak, dan santunan berupa beasiswa sesuai jenjang pendidikan," tutur Bisri.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved