Breaking News:

Muktamar NU

PCNU se-Jatim Tegaskan Solid Dukung Gus Yahya dan KH Miftachul Ahyar

Pengurus 44 PCNU se Jatim bersama PWNU Jatim melakukan konsolidasi terakhir yang digelar di Ponpes Al Falah Ploso Kabupaten Kediri, Selasa (14/12)

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Pengurus PCNU se Jatim bersama PWNU Jatim melakukan konsolidasi terakhir di Ponpes Al Falah Ploso Kabupaten Kediri, Selasa (14/12/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Pengurus 44 PCNU se Jatim bersama PWNU Jatim melakukan konsolidasi terakhir yang digelar di Ponpes Al Falah Ploso Kabupaten Kediri, Selasa (14/12/2021).

Kegiatan ini dilakukan menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke 34 di Bandar Lampung 23 - 25 Desember 2021.

Kegiatan konsolidasi dihadiri KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim serta tiga kiai sepuh masing-masing, KH Anwar Iskandar (Ponpes Al Amin), KH Nurul Huda Djazuli (Ponpes Al Falah Ploso) dan KH Anwar Mansyur (Ponpes Lirboyo).

Dalam pertemuan ini pengurus PCNU dan PWNU yang akan menjadi delegasi peserta Muktamar NU bertekat mengamankan perintah kiai sepuh untuk mendukung KH Miftachul Ahyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjadi Ketua Umum PBNU.

“Kita mengamankan dawuh kiai sepuh untuk mendukung dan mengusung KH Miftachul Ahyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU,” kata KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), Wakil Ketua PWNU Jatim di sela-sela silaturahmi dan sosialisasi Muktamar.

Karena ingin mendengarkan perintah kiai, maka silaturahmi yang digelar PCNU se Jawa Timur kali ini dilakukan di Pesantren Al Falah Ploso yang diasuh KH Nurul Huda Djazuli yang saat ini menjadi salah satu kiai sepuh di Jawa Timur. 

“Dukungan ini sudah final kita sudah lama, bahkan dua bulan lalu sudah mengeluarkan SK PWNU yang sifatnya mengikat, bulat di Jawa Timur mendukung KH Miftachul Ahyar dan Gus Yahya sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU,” tandas pengasuh Ponpes Denanyar Jombang tersebut.

Diungkapkan, calon peserta muktamar ingin mendengar masukan dari kiai sepuh karena proses Muktamar di Lampung penuh dengan dinamika dari berbagai aspek.

"Kita ingin didawuhi  (dinasihati) beliau untuk tetap menjaga persatuan, kekompakan, kebersamaan dan muktamar berlangsung sejuk dan penuh dengan pemikiran dan gagasan progesif untuk NU," ungkapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved