Breaking News:

Berita Trenggalek

Dua Wartawan Abal-abal Dibui Karena Memeras Warga Trenggalek Puluhan Juta Rupiah

Dua orang yang mengaku sebagai wartawan memeras warga Trenggalek. Mereka pun ditangkap setelah dilaporkan korbannya

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Ungkap kasus pemerasan oleh dua tersangka yang menyaru sebagai wartawan di Mapolres Trenggalek, Senin (13/12/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK – Kasus pemerasan dengan modus menyaru sebagai wartawan memakan korban warga Kabupaten Trenggalek.

Satreskrim Polres Trenggalek menangkap dua orang, yakni YMD (39), warga Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep dan DS (35), warga Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung terkait kasus tersebut.

Dengan mengaku sebagai wartawan, keduanya memeras seorang warga Kecamatan/Kabupaten Trenggalek senilai Rp 25 juta.

“Singkat cerita, yang bersangkutan menarget salah seorang warga Trenggalek yang diancam, apabila tidak memenuhi permintaan dari kedua tersangka, akan diunggah berita negatif terkait korban di media online,” kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Arief Rizky Wicaksana, Senin (13/12/2021).

Arief menjelaskan, kedua tersangka mengaku sebagai wartawan di media ditektif.com dan Cyber Nusantara News.

“Kami masih cek. Dia memang pakai id card. Tapi belum kami pastikan valid apa tidak [status wartawan dan medianya],” ungkap Arief.

Dalam menjalankan aksinya, DS mengaku sebagai wartawan lapangan, dan YMD sebagai pimpinan redaksi.

Bersekongkol, mereka mengancam korban lewat pesan di gawai. Mereka meminta korban membayar Rp 25 juta agar berita perselingkungan korban tak diunggah di medianya.

“Mereka meminta Rp 25 juta. Sempat dikasih korban sekitar Rp 2 juta,” tutur Arief.

Usai menerima laporan dan mengumpulkan bukti-bukti awal, polisi bergerak menangkap para tersangka.

Polisi Trenggalek menangkap YMD di Kabupaten Sumenep. Sementara DS ditangkap di Kabupaten Tulungagung.

Untuk kasus tersebut, polisi mengamankan beberapa barang bukti, antara lain, lembar tangkap layar percakapan tersangka dan korban, bukti transfer uang, telepon genggam, dan kartu pengenal wartawan milik kedua tersangka.

Kedua tersangka kini harus mendekam di Mapolres Trenggalek. Polisi menjerat mereka dengan Pasal 45 (4) jo Pasal 27 (4) UU ITE jo pasal 55 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved