Breaking News:

Berita Trenggalek

Trenggalek Butuh Tambahan Vaksinasi 200 Orang Per Desa Untuk Mencapai Target Level 1 PPKM

Pemkab Trenggalek mengejar target mewujudkan PPKM Level 1. Syaratnya, butuh tambahan vaksinasi 200 orang per desa.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/aflahul abidin
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMKN Pogalan, kabupaten Trenggalek, Selasa (23/11/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek berupaya untuk mencapai target level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebelum Natal dan tahun baru (Nataru).

Upaya yang kini gentol untuk dilakukan, yakni mempercepat vaksinasi Covid-19.

Untuk bisa berada di level 1, salah satu syarat yang harus dipenuhi Pemkab Trenggalek adalah capaian vaksinasi dosis pertama minimal 70 persen.

Sementara berdasarkan hasil capaian per akhir pekan ini, Kabupaten Trenggalek mencatatkan cakupan vaksinasi dosis pertama sekitar 65 persen. Sementara sasaran lansia sekitar 54,8 persen.

“Kami upayakan sebelum Nataru atau akhir tahun ini sudah level 1. Ini kurang lima persen lagi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek Saeroni, Senin (13/12/2021).

Kekurangan lima persen itu, kata Saeroni, setara dengan 30 ribu sasaran lagi yang harus divaksin.

“Kalau dibagi rata per desa, itu sekitar 200-an sasaran lagi per tiap desa,” tutur Saeroni.

Selain vaksinasi dosis 1 sasaran umum, pihaknya juga menargetkan peningkatan pada sasaran lansia.

“Untuk lansia, saat ini mobilitas mereka untuk datang ke lokasi vaksin sudah agak sulit. Jadi kami sudah mulai jemput bola sampai ke dusun atau RT,” tambah dia.

Ia berharap, genjotan vaksinasi Covid-19 dalam beberapa pekan ke depan bisa maksimal dan berjalan serentak.

“Sehingga dengan cepat bisa mencapai level 1,” harapnya.

Target percepatan vaksinasi di Kabupaten Trenggalek diharapkan mampu membentengi warga di wilayah tersebut dari risiko lonjakan kasus saat Nataru.

“Untuk saat ini, kondisinya masih sangat terkendali. Kasus baru per hari kebanyakan nol. Dan paling banyak hanya tiga kasus saja per hari. Mudah-mudahan ini bisa bertahan dan tidak terjadi lonjakan kembali,” ujarnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved