Breaking News:

Berita Nganjuk

Pemerintah Mulai Bayar Ganti Kerugian ke Pemilik 113 Bidang Tanah Untuk Bendungan Semantok

Sebanyak pemilik 113 bidang tanah akhirnya mendapatkan biaya ganti kerugian untuk pengadaan tanah pembangunan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Pembayaran ganti rugi pemilik lahan yang lahannya dibebaskan untuk pembangunan bendungan Semantok di Nganjuk 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Sebanyak pemilik 113 bidang tanah akhirnya mendapatkan biaya ganti kerugian untuk pengadaan tanah pembangunan Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk.

Ini setelah proses negosiasi yang cukup panjang dengan adanya perbaruan harga ganti kerugian tanah sesuai dengan NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) yang mengalami kenaikan.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi menjelaskan, panjangnya proses pembebasan tanah milik warga tersebut dikarenakan adanya penghitungan ulang harga tanah.

Penghitungan ulang tersebut berjenjang mulai dari BPN Kabupaten Nganjuk, BPN Provinsi Jatim dan Gubernur Jatim, hingga ke BPN Pusat dan sejumlah Kementerian.

"Alhamdulillah perjuangan cukup panjang untuk bisa mendapatkan ganti kerugian tanah dengan harga lebih layak sesuai NJOP terbaru Kabupaten Nganjuk bisa disetujui dan hari ini mulai dibayarkan kepada warga," kata Marhaen Djumadi usai menyerahkan biaya ganti kerugian tanah Bendungan Semantok kepada warga Desa Sambikerep dan Desa Tritik, Senin (29/11/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, sebanyak 255 bidang tanah warga di dua Desa harus dibebaskan untuk Bendungan Semantok.

Dalam tahap awal sebanyak 113 bidang tanah yang sudah disetujui untuk pembayaran ganti kerugian. Dimana sebanyak 65 bidang tanah milik warga Desa Sambikerep dan sebanyak 48 bidang tanah milik warga Desa Tritik. Dan sisanya sebanyak 142 bidang tanah saat ini masih diusulkan dan diproses untuk mendapatkan biaya ganti kerugian dari Pemerintah Pusat.

"Dan masih ada tiga bidang tanah yang pemiliknya belum menyetujui pembebasan. Kami akan melakukan pembicaraan kekeluargaan dengan warga tersebut agar bersedia tanda tangan dan mendapatkan nilai ganti kerugian seperti yang lainya sebelum terpaksa nilai ganti kerugian dititipkan ke Pengadilan," ucap Marhaen Djumadi.

Dikatakan Marhaen Djumadi, Bendungan Semantok merupakan proyek strategis nasional yang dibangun di Kabupaten Nganjuk.

Bendungan ini diproyeksikan menjadi bendungan terpanjang di Asia Tenggara dengan panjang mencapai lebih dari 3 km. 

"Kami mengajak semua masyarakat di Kabupaten Nganjuk untuk mendukung Proyek Strategis Nasional Bendungan Semantok tersebut, karena manfaatnya cukup banyak yang semuanya untuk masyarakat Nganjuk," ujar Marhaen Djumadi.

"Tentunya kedepan Bendungan Semantok akan menjadi ikon andalan Kabupaten Nganjuk sekaligus sebagai sumber PAD untuk pembangunan ke depannya," tutur Marhaen Djumadi. (aru/Achmad Amru Muiz) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved