Berita Nganjuk

Mensos Risma Minta BPNT yang Tertunggak Harus Sudah Diberikan ke Penerima Pada 22 November 2021

Mensos Tri Rismaharini memberi tenggat waktu hingga 22 November untuk penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai yang sejak Juli-September belum dicairkan

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/ahmad amru muiz
Menteri Sosial, Tri Rismaharini didampingi Sekda Kabupaten Nganjuk, M Yasin dalam pencocokan data Bantos di Kabupaten Nganjuk, Minggu (21/11/2021) 

TRIBUNMATARAMAN.com | NGANJUK - Bank penyalur bantuan sosial dari Kementerian Sosial diberi waktu hingga 22 November 2022 untuk mencairkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) secara tunai.

Pasalnya, apabila penyaluran BNPT dari bulan Juli hingga September ditambah Oktober belum selesai maka akan bisa mempengaruhi pencarian bantuan di bulan November 2021.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengatakan, di Kabupaten Nganjuk sendiri dari data yang ada terdapat 5.792 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima BNPT. Jumlah tersebut cukup besar sehingga mendapat perhatian dari Kemensos sekarang ini.

"Kami minta Senin besok itu harus clear, silahkan BRI atau bank penyalur lainnya dan Pemda masing-masing berkoordinasi dalam pencarian BPNT tersebut. Dan karena waktu sempit maka kami minta itu dicairkan tunai, kalau diwujudkan barang cukup banyak sehingga tidak mungkin selesai besok," kata Risma dalam pertemuan pencocokan data Bansos di Kabupaten Nganjuk, Minggu (21/11/2021).

Dikatakan Risma, dalam pencairan BPNT tersebut semua KPM harus didatangkan  di suatu tempat.

KPM tersebut harus menerima langsung yang menjadi haknya dari bulan Juli hingga September ditambah Oktober.

Dengan demikian, penyaluran BPNT kepada KPM bisa dilakukan dan diselesaikan dalam sehari.

"Kalau tidak begitu akan banyak waktu lagi untuk prosesnya. Silakan dilakukan pencarian BPNT langsung berupa uang kepada KPM," ucap Risma.

Diakui Risma, pencairan BPNT di Kabupaten Nganjuk terkendala oleh sebagian KPM yang belum menerima kartu perlindungan sosial (KPS).

"Maka dari itu, kami minta bank penyalur juga segera memproses KPS tersebut dan bisa diserahkan ke KPM," ujar Risma.

Selain itu, tambah Risma, adanya KPM yang meninggal dunia harus segera dilakukan update pendataan.

Apabila KPM yang meninggal tersebut memiliki ahli waris yang masih kurang mampu, maka KPM itu bisa langsung dialihkan ke ahli warisnya.

"Tetapi kalau ahli waris dari KPM yang meninggal dunia dinilai telah mampu ya tidak perlu lagi mendapat bantuan sosial dong," tutur Risma. (aru/Achmad Amru Muiz)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved