Berita Tulungagung
Nasib Makam WM van Eldik, Guru WR Supratman yang Biolanya Dipakai Untuk Ciptakan Indonesia Raya
Di Tulungagung ada makam WM Van Eldik, guru WR Supratman yang biolanya dipakai untuk menciptakan lagu Indonesia Raya. Begini kondisinya.
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
“Sementara punden atau petilasan saja dirawat dengan baik. Sayang kalau sejarahnya sampai hilang,” ucap Ribut.
Makam WM Sastrodihardjo bersebelahan dengan makam MBF v Eldik.
Sosok ini diyakini sebagai istri WM Sastrodihardjo atau kakak WR Supratman.
Pada pusara ada penjelasan, lahir 15-4-1885, wafat 8-2-1952 di Blimbing.
WM van Eldik, laki-laki kelahiran Tulungagung ini pernah bekerja sebagai guru musik di Angkatan Darat Hindia Belanda.
Dia pernah mengajak WR Supratman tinggal bersamanya di Makassar.
Dikutip dari museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id, WM van Eldik memberikan sebuah biola kepada Wr Supratman pada 1920, saat iparnya itu berusia 17 tahun
Keduanya sempat mendirikan band dengan aliran Jazz dengan nama Black and White.
Dengan biola itu WR Supratman menciptakan Indonesia Raya 3 stanza.
Lagu ini pertama kali diperdengarkan pada saat Kongres Pemuda 2, 27-28 Oktober 1928 yang melahirkan sumpah pemuda.
Indonesia Raya kemudian menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia. (David Yohanes)