Berita Tulungagung
Nasib Makam WM van Eldik, Guru WR Supratman yang Biolanya Dipakai Untuk Ciptakan Indonesia Raya
Di Tulungagung ada makam WM Van Eldik, guru WR Supratman yang biolanya dipakai untuk menciptakan lagu Indonesia Raya. Begini kondisinya.
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Sepasang makam dikelilingi pagar besi terlihat tak terawat di bagian selatan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.
Makam ini berada tempat di belakang warung liar yang berdiri di atas area pemakaman ini.
Makam ini adalah milik Willem Mauritius van Eldik, guru musik Wage Rudolf Supratman, yang dikenal sebagai WR Supratman.
Nama WM van Eldik dikenal sebagai Sastrodihardjo.
Selain guru musiknya, WM van Eldik juga kakak ipar WR Supratman.
Di atas pusaranya diberi penjelasan WM Sastrodihardjo, lahir 6-10-1882, wafat 5-5-1954.
Selain itu ada penjelasan, “guru musik WR Supratman, pencipta lagu Indonesia Raya.”
Dituliskan juga, penjelasan tersebut berdasar Surat Departemen Penerangan Kabupaten Tulungagung, No. 990/E-II/IV/79 Tgl 8-4-1979.
Tidak ada bekas karangan bunga atau taburan bunga tanda ziarah.
Yang ada justru pohon liar yang tumbuh di dalam pagar makam.
Di antaranya akar beringin yang meretakkan bangunan makam, lalu tumbuh tunas di atasnya.
“Yang ziarah kadang dari komunitas pecinta sejarah. Kalau dari keluarga, selama saya jadi juru kunci tidak pernah tahu,” ungkap juru kunci TPU Desa Ngujang, Ribut Katenan.
Diakui Ribut, kondisi makam selama ini kurang terawat.
Bahkan sebagai makam bersejarah dengan penetapan khusus dari pemerintah, tidak ada tanda pengenalnya.
Ribut berharap ada upaya merawat makam ini sekaligus papan yang menerangkan sejarah WM van Eldik atau WM Sastrodihardjo.