Berita Nganjuk

Diduga Keracunan Makanan Dari Hajatan Pernikahan, 19 Warga Di Nganjuk Dibawa Ke Rumah Sakit

19 orang warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk diduga mengalami keracunan makanan hajatan yang digelar salah satu warga.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eben haezer
Tribun Mataraman/Ahmad Amru
Salah satu korban diduga keracunan makanan saat berada di IGD RSUD Kertosono Nganjuk. 

TRIBUNMATARAMAN.COMNGANJUK - Sebanyak 19 orang warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk diduga mengalami keracunan makanan hajatan yang digelar salah satu warga.

Mereka mengalami muntah, mual, dan pusing sehingga  dibawa ke RSUD Kertosono Nganjuk.

Plt Dirut RSUD Kertosono Nganjuk, dr Hendriyanto membenarkan ada 19 warga Kelurahan Banaran yang diduga keracunan makanan dirawat di RSUD Kertosono.

Baca juga: Kelompok Masyarakat Tolak Tambang Emas di Trenggalek, Begini Kata PT Sumber Mineral Nusantara

Dimana salah satu warga seorang perempuan usia 61 tahun meninggal dunia saat berada di IGD RSUD Kertosono.

"Saat ini sejumlah warga yang diduga mengalami keracunan makanan tersebut sebagian sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik usai menjalani perawatan, t

api untuk jumlah yang diperbolehkan pulang kami belum dapat laporanya hingga malam ini," kata Hendriyanto, Selasa (26/10/2021).

Dijelaskan Hendriyanto, warga Kelurahan Banaran yang diduga keracunan tersebut mulai dibawa ke RSUD Kersotono Selasa (26/10/2021).

Dari informasi, mereka diduga mengkonsumsi makanan yang meracuninya dari hajatan pernikahan yang digelar pada hari Minggu (24/10/2021).

Dan mereka baru merasakan sakit mual, muntah, dan pusing hari Selasa ini.

Baca juga: Update Covid-19 di Jawa Timur 27 Oktober 2021, Pemkab Trenggalek Bangun Ruang Isolasi Rp 150 Miliar

"Tapi penyebab keracunan tersebut belum bisa dipastikan apakah benar dari makanan atau yang lainya," ujar Hendriyanto.

Sementara Kasi Humas Polres Nganjuk, Iptu Supriyanto belum bisa memberikan konfirmasi terkait kasus dugaan keracunan makanan dari hajatan pernikahan di Desa Banaran Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk.

Pihaknya mempersilahkan menunggu konfirmasi resmi dari Kasatreskrim Polres Nganjuk yang rencananya akan disampaikan besok.

"Untuk sementara hanya itu yang bisa kami sampaikan terkait kasus tersebut, tunggu besok akan ada informasi resmi dari Bapak Kasatreskrim," kata Supriyanto.

Sedangkan seorang ibu salah satu korban dugaan keracunan makanan (tidak mau disebut namanya) menjelaskan, dirinya makan di tempat hajatan seperti yang lainya.

Seperti nasi rames dan minum es buah. Awalnya setelah makan tidak terjadi apa-apa.

"Baru hari ini mual, muntah, dan pusing serta diare sehingga saya di bawa ke RSUD Kertosono. Alhamdulillah sudah baikan sekarang," tuturnya. (aru/Achmad Amru Muiz) 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved