Breaking News:

Berita Kediri

DPRD Kabupaten Kediri Janji Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat Lereng Wilis Petungroto Mojo Kediri

DPRD Kabupaten Kediri berjanji memperjuangkan tuntutan Perkumpulan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) Petungroto, Kecamatan Mojo

Penulis: Farid Mukarom | Editor: eben haezer
tribunmataraman/didik mashudi
Warga Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, saat unjuk rasa ke Kantor Pemkab Kediri, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI -  DPRD Kabupaten Kediri berjanji memperjuangkan tuntutan Perkumpulan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) Petungroto, Kecamatan Mojo yang menggelar aksi demo di depan Kantor DPRD Kabupaten Kediri, Senin (11/10/2021). 

Dalam kegiatan demonstrasi ini masa meminta agar ada upaya pembangunan Desa Petungroto lebih maju secara sosial, ekonomi dan budaya. 

Kemudian masyarakat dari Perkumpulan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) Petungroto, Kecamatan Mojo menggelar aksi demonstrasi sejak pukul 09.30 WIB.

Akhirnya pada pukul 11.00 WIB para demonstran diterima oleh DPRD untuk berdiskusi di dalam gedung.

Hingga akhirnya pada pukul 12.30 WIB usai berdiskusi, para audiensi membubarkan diri usai semua tuntutannya diterima untuk diperjuangkan.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten, Kediri Murdi Hantoro menyampaikan bahwa seluruh tuntutan aksi masa PMDH Petungroto, Keamatan Mojo, Kabupaten Kediri telah diterima untuk diusulkan dalam rapat anggaran.

Sementara itu dijelaskan Murdi Hantoro dalam tuntutan tersebut dinilai juga sangat rasional untuk direalisasikan. 

Selain itu PMDH ini juga menjadi wakil suara dari sebanyak 5000 warga desa Petungroto, Kecamatan Mojo, yang tepatnya berada di Gunung Wilis

"Sepuluh tuntutan nanti, akan kita perjuangkan saat rapat anggaran," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Aksi PMDH, Arif Fatikunnada menyampaikan jika dari 10 tuntutan itu, Ketua Komisi 1 Kabupaten Kediri, akan membantu sepenuhnya terkait terealisasi anggaran dan pembangunan.

"Masyarakat Desa Petungroto sudah mengelola perkebunan lahan milik Perhutani. Akhir-akhir ini ada beberapa oknum melakukan pembatasan dan intimidasi warga. Padahal mata pencaharian warga sangat bergantung penggunaan lahan Perhutani," jelasnya di Gedung DPRD Kabupaten Kediri.

Dengan adanya aksi ini, diharapkan mampu menumbuhkan kesejahteraan warga menjadi lebih baik. 

"Kemarin tidak bisa bekerja di lahan Perhutani, karena ulah oknum Perhutani yang selalu mengintimidasi warga sekitar. Yang sebelumnya tidak punya pekerjaan tetap, mengandalkan lahan Perhutani," tuturnya.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada pihak DPRD Kabupaten Kediri yang dengan baik mau menerima kedatangannya bersama warga lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved