Rabu, 6 Mei 2026

Berita Tulungagung

Bupati Tulungagung Ingatkan Warga Waspada Mafia Tanah yang Mengincar Lahan Tol Kediri-Tulungagung

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, meminta warga yang akan dilewati proyek tol Kediri-Tulungagung untuk mewaspadai makelar atau mafia tanah.

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
tribunmataraman/david yohanes
Lahan yang diduga akan berdampak tol Kediri-Tulungagung. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TULUNGAGUNG - Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, meminta warga yang akan dilewati proyek tol Kediri-Tulungagung untuk mewaspadai makelar tanah.

Jangan sampai menjual tanah secara sembarangan dan berdampak merugikan diri sendiri.

"Jangan terbuai janji manis makelar tanah. Jangan jual tanah sembarangan karena alasan kena proyek tol," ujar  Maryoto, Selasa (5/10/2021).

Sebelumnya sebagian warga sudah menerima sosialisasi dari pihak terkait, seperti Dinas PUPR maupun dari pihak ketiga.

Namun hingga kini Pemkab Tulungagung belum menerima penetapan lokasi (Penlok) dari pihak investor.

Maryoto menduga hal ini dilakukan untuk mencegah mafia tanah memborong lahan yang dilalui proyek strategis ini.

"Penetapan harga (tanah untuk proyek) nanti lewat tim appraisal. Jadi jangan tergoda jika ada yang memberikan janji manis," tegas Maryoto.

Lebih jauh Maryoto mengaku sangat mendukung proyek tol ini.

Tol ini diyakini akan berdampak luas pada aspek sosial,  mobilitas maupun ekonomi warga.

Namun hingga saat ini pihaknya belum diberi tahu titik penetapan lokasi proyek.

Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Tulungagung, Tulus Susilo, mengaku belum ada komunikasi dari pihak investor terkait lahan yang akan dipakai untuk tol.

Padahal pihaknya adalah salah satu lembaga kunci untuk mengamankan lahan tersebut.

Jika sudah ada penetapan lokasi, pihaknya akan menyurati Kepala Desa dan Camat yang membawahi wilayah, agar tidak ada proses peralihan kepemilikan lahan itu.

"Dengan begitu tidak akan ada proses peralihan kepemilikan, untuk mencegah mafia spekulan. Kecuali mungkin peralihan di bawah tangan," ujar Tulus.

Tulus memaparkan, pihaknya tidak berkepentingan dalam proyek ini.

Namun pihaknya akan bertindak mengamankan lahan, jika ada permohonan dari pihak yang berkepentingan.

Dengan demikian nantinya diharapkan tidak ada hambatan proses pengadaan lahan karena ulah para spekulan tanah. 

Baca juga: Konsultasi Publik Amdal Jelang Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved