Kamis, 7 Mei 2026

Berita Kediri

Konsultasi Publik Amdal Jelang Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung

Chevy berharap setelah ada konsultasi studi Amdal, tidak ada lagi kendala atau dampak yang tidak dapat diantisipasi ketika pembangunan jalan tol.

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman.com/Didik Mashudi
Kegiatan konsultasi publik studi analisa dampak lingkungan (Amdal) dengan di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (29/9/2021).  

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri telah melakukan berbagai persiapan menjelang dimulainya rencana pembangunan jalan tol Kediri – Tulungagung sepanjang 44,51 km. 

Salah satunya menggelar konsultasi publik studi analisa dampak lingkungan (Amdal) dengan mengundang berbagai pihak di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (29/9/2021). 

Konsultasi Amdal ini bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pembangunan tol dan dampak yang mungkin saja terjadi. 

Kegiatan ini dihadiri kepala kelurahan dan perwakilan masyarakat yang hadir dapat menyampaikan saran, pendapat dan tanggapan tentang rencana pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung yang rencananya akan dilaksanakan 2022. 

Di Kota Kediri ada 8 kelurahan yang akan dilintasi pembangunan jalan tol. Yaitu Kelurahan Mrican, Gayam, Ngampel, Bujel, Mojoroto, Sukorame, Pojok dan Semampir. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri, Ferry Djatmiko, menjelaskan konsultasi publik Amdal adalah titik awal Pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung. 

"Kontribusi perwakilan masyarakat dalam memberikan saran, pendapat dan tanggapan sangat penting untuk meminimalisir dampak negatif pada pembangunan jalan tol nantinya," ungkapnya.

Ferry Djatmiko menyampaikan, masyarakat dan instansi terkait dapat bersama-sama mengawal proses pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung sampai tuntas. 

"Adanya komunikasi dan konsultasi yang baik antara PT Gudang Garam Tbk, PT Karsa Buana Lestari sebagai konsultan, instansi terkait dan masyarakat sangatlah penting.

Supaya pembangunan jalan tol Kediri-Tulungagung dapat berjalan lancar sesuai harapan kita semua," jelasnya.

Kegiatan konsultasi publik studi analisa dampak lingkungan (Amdal) dengan di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (29/9/2021). 
Kegiatan konsultasi publik studi analisa dampak lingkungan (Amdal) dengan di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (29/9/2021).  (TribunMataraman.com/Didik Mashudi)

Sementara Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, menyampaikan adanya konsultasi publik studi amdal sangat penting dalam memperkirakan dan meminimalisir dampak yang akan diterima masyarakat Kota Kediri.

 "Masukan dari warga pada konsultasi publik studi Amdal akan menjadi satu  dokumen Amdal yang nantinya akan jadi dasar pembuatan DED (detail engineering design) jalan tol," ujarnya.

Chevy berharap setelah ada konsultasi studi Amdal, tidak ada lagi kendala atau dampak yang tidak dapat diantisipasi ketika pembangunan jalan tol dimulai.

Pada akhir acara dilakukan penandatanganan berita acara kegiatan bersama Kepala DLHKP Kota Kediri, Anang Kurniawan, Manajer Teknik PT Gudang Garam Tbk Purnama Sidhi, tim leader penyusunan Amdal PT Karsa Buana Lestari, Titin Setiorini serta perwakilan warga dari 8 kelurahan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved