Breaking News:

Berita Trenggalek

659 Buruh Pabrik Rokok di Trenggalek Terima BLT Dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau

Sebanyak 659 buruh pabrik rokok di Kabupaten Trenggalek menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman/aflahul abidin
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyerahkan secara simbolis BLT dana bagi hasil cukai hasil tembakau kepada salah satu buruh pabrik rokok, Jumat (1/10/2021). 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK – Sebanyak 659 buruh pabrik rokok di Kabupaten Trenggalek menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau.

BLT yang diberikan senilai Rp 200 ribu tiap bulan, yang akan disalurkan secara bertahap selama 4 bulan.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin meninjau penyaluran bantuan tersebut di salah satu pabrik rokok di Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jumat (1/10/2021).

Kepada para buruh pabrik rokok, pria yang akrab disapa Mas Ipin itu meminta agar mereka memanfaatkan bantuan yang ada sebaik-baiknya.

Kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini membuat kondisi perekonomian tak menentu.

“Saya meminta agar BLT ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena kondisi Covid-19 ini masih berlangsung, dan kita tidak tahu kapan akan selesai. Meskipun, kondisinya saat ini sudah melandai,” ujar Mas Ipin.

Data Pemkab Trenggalek mencatat, sebanyak 9 pabrik rokok berada di wilayah tersebut. Yang akan menerima BLT ini adalah buruh yang bekerja di bidang yang berhubungan langsung dengan penanganan tembakau.

Yakni para pelinting, pemotong, buruh gudang, peramu, dan sejenisnya.

BLT ini disalurkan melalui Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Jwalita yang merupakan lembaga keuangan milik Pemkab Trenggalek.

“Harapannya dengan melalui BPR ini, para buruh rokok juga bisa menabung. Barang kali kalau memang belum butuh, uangnya bisa ditabung dulu. Nanti ketika ada kebutuhan yang memang perlu, baru diambil,” sambung dia.

Sekadar informasi, dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang diterima Pemkab Trenggalek nilainya bervariasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, nilai tersebut meningkat dari Rp 17 miliar pada 2019-2020 menjadi Rp 19 miliar pada 2020-2021.

Sesuai dengan PMK 7/2020, penggunaan dana tersebut diatur dalam tiga bidang. Yakni penegakan hukum, kesehatan, dan kesejahteraan.

Penyerahan BLT yang saat ini tengah dimulai termasuk dalam pemanfaatan dana bagihasil cukai hasil tembakau untuk bidang kesejahteraan. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved