Berit Trenggalek

Presiden Jokowi Minta Harga Jagung Turun, KTNA Trenggalek: Petani yang Menangis

Permintaan Presiden Jokowi agar harga jagung untuk pakan ternak turun, dikeluhkan oleh kelompok tani jagung karena akan membuat penghasilan turun

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
tribunmataraman/aflahul abidin
Warga menangkap tikus di area pesawahan jagung di Kabupaten Trenggalek. 

TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK - Presiden RI, Joko Widodo meminta harga jagung untuk pakan ternak ditetapkan sebesar Rp 4.500 per kilogram (kg).

Permintaan itu disampaikan saat Presiden Jokowi bertemu dengan perwakilan asosiasi peternak di Istana Negara, Rabu (15/9/2021).

Permintaan Presiden itu disambut baik oleh para peternak. Namun sebaliknya, permintaan tersebut juga menimbulkan keresahan bagi para petani.

"Kalau harganya diturunkan, yang jelas petani yang menangis," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KNTA) Kabupaten Trenggalek Slamet Riyadi, Jumat (17/9/2021).

Slamet mengatakan, penurunan harga jagung akan berdampak signifikan terkait penghasilan para petani.

"Konsekuensinya kalau harga jagung turun, biaya produksi juga harus turun. Termasuk harga pupuk," sambung Slamet.

Sementara, menurut dia, harga pupuk dan biaya produksi lain hingga saat ini cenderung stabil.

"Intinya, kalau biaya produksi masih tinggi, sementara harga dipatok di bawah standar, ya petani yang merugi," sambung dia.

Data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek menunjukkan, produksi jagung di wilayah tersebut pada musim panen pertama tahun ini sebanyak 41,9 ribu ton.

"Untuk luasan lahannya seluas 6,4 ribu hektare," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Didik Susanto.

Harga jagung pipil kering ditingkat petani di Kabupaten Trenggalek saat ini berada di kisaran harga Rp 5.100 per kg. Sementara harga di tingkat pedagang sekitar 6.000 per kg. 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved