Berita Trenggalek
Disbudpar Jatim Tinjau Desa Wisata di Trenggalek
Tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur meninjau beberapa tempat wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.com | TRENGGALEK - Tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur meninjau beberapa tempat wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek.
Peninjauan itu merupakan tindak lanjut dari bimbingan dan pendampingan yang sebelumnya telah dilakukan secara virtual.
Pendampingan dari pemerintah provinsi itu diberikan pada 35 desa wisata yang saat ini tengah dibangun oleh Pemkab Trenggalek, sebagai langkah awal dari target 100 desa wisata dalam tiga tahun ke depan.
Selain dari Disbudpar Jatim, tim yang turun meninjau juga berasal dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Jatim dan akademisi.
Tim tersebut meninjau beberapa tempat wisata yang ada di Trenggalek pada 14-15 September 2021.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Jatim, Susianti mengatakan desa wisata di Trenggalek punya potensi untuk berkembang.
"Prospeknya bagus. Dengan kondisi (pandemi) seperti saat ini, paradigma ke depan adalah pariwisata berbasis alam," kata Susianti, Selasa (14/9/2021).
Nah, Kabupaten Trenggalek dinilai memiliki potensi wisata alam yang beragam dan menarik. Hal itu dapat menjadi modal awal pengembangan destinasi desa wisata ke depan.
"Ditambah lagi semangat dari teman-teman pengelola dan pendamping. Ini sangat luar biasa," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Sunyoto mengatakan, tahun ini merupakan pengalaman pertama bagi Kabupaten Trenggalek membentuk desa wisata secara massal.
Dengan penampingan dan tinjuan langsung lapangan oleh perwakilan dari Pemprov Jatim merupakan dukungan yang membantu.
“Ini pengalaman pertama Trenggalek membentuk desa wisata secara masal. Kemudian di penganggaran 2021, sangat minim karena refocusing. Sehingga kami meminta dinas di provinsi untuk dapat membantu. Dan alhamdulillah ditanggapi positif dan ditindaklanjuti dengan pendampingan ini,” kata Sunyoto.
Pihaknya berharap, hal ini akan menambah bekal bagi para penyelanggara desa wisata untuk lebih matang mempersiapkan strategi kepariwisataannya.
“Ini sekaligus untuk memberi pelajaran kepada tim desa wisata untuk membuka cakrawala mereka dalam mengembangkandesa wisatanya. Bagaimana cara memasarkannya, menggunakan teknologi untuk mengenalkan potensi masing-masing,” sambung dia.
Seperti diketahui, Kabupaten Trenggalek tengah mencanangkan program 100 desa wisata. Program ini dimulai pada 2021 dan akan berjalan hingga tiga tahun mendatang.
Pada tahun ini, sebanyak 35 desa dibina dan didampingi untuk dapat membentuk desa wisata yang menarik.
Pemkab berharap, desa wisata akan menjadi salah satu ujung tombak untuk mendorong bergeliatnya ekonomi setelah pandemi Covid-19.