Berita Trenggalek

Kiprah Prawan Sembodro, Satpol PP Wanita Tangguh nan Cantik dari Trenggalek

Tim yang dibentuk tahun 2019 itu bernama Prawan Sembodro, akronim dari Praja Wanita Sejahtera Bersama Pamong Praja.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Anas Miftakhudin
TribunMataraman/Aflahul Abidin
Anggota Prawan Sembodro dalam sebuah kegiatan di wilyah Trenggalek. TribunMataraman.com/Aflahul Abidin 

TRIBUNMATARAMAN I SURYA.CO.ID – Anggota Satpol PP lekat dengan kesan garang. Tapi kesan itu tak akan ditemui pada tim Satpol PP yang ada di Trenggalek.

Tim ini terdiri dari 12 wanita yang mayoritas muda, energik, dan cantik-cantik. Alih-alih galak, mereka justru menunjukkan sisi kelembutan khas perempuan. Termasuk ketika bertugas di lapangan.

Tim yang dibentuk tahun 2019 itu bernama Prawan Sembodro, akronim dari Praja Wanita Sejahtera Bersama Pamong Praja.

Pada awalnya, tim ini dibentuk untuk mendedikasikan diri pada kegiatan sosial. Seperti membantu para lansia dan anak sekolah.

Seiring berjalannya waktu, mereka juga menjalankan tugas-tugas laiknya seorang anggota Satpol PP sebagai penegak Perda.

Anggota Prawan Sembodro dalam sebuah kegiatan di wilyah Trenggalek. TribunMataraman.com/Aflahul Abidin
Anggota Prawan Sembodro dalam sebuah kegiatan di wilyah Trenggalek. TribunMataraman.com/Aflahul Abidin (TribunMataraman.com/aflahul abidin)

“Awalnya sempat bingung saat pertama kali bertugas sebagai anggota Satpol PP. Tapi lama kelamaan jadi bisa menikmati,” cerita Fernandita Anastasya Evelyn (22), salah satu anggota Prawan Sembodro, Selasa (7/9/2021).

Nandita mengaku senang ketika ditugaskan untuk mendampingi para lansia beraktivitas.

Ia gembira karena turut membantu orang-orang yang kondisi fisiknya tak fit layaknya anak muda.

“Ketika mereka bilang senang karena kami bantu. Wah, itu rasanya bikin tambah semangat,” kata Nandita.

Aktivitas bersama para lansia itu dilakukan dalam berbagai kegiatan. Seperti kegiatan cek kesehatan rutin, acara senam bersama, hingga mendampingi para lansia ke tempat pelayanan publik.

“Misalnya ketika para lansia ini mau mengurus sesuatu ke bank, kami dampingi juga. Supaya mereka merasa nyaman,” terangnya.

Anggota Prawan Sembodro juga memahami bahwa sebagai anggota Satpol PP, lapangan adalah medan kerjanya.

Bersinggungan dengan banyak orang menjadi rutinitas sehari-hari. Tak jarang, mereka harus berurusan langsung dengan para pelanggar peraturan daerah (perda).

Apalagi sejak pandemi Covid-19, berurusan dengan orang-orang yang melanggar protokol (prokes) tidak hanya sekali-dua kali. Namun hampir setiap hari.

Mulia Agustin Kavilarang (26), anggota Prawan Sembodro yang lain, punya trik tersendiri untuk berhadapan dengan para pelanggar perda.

Misalnya, ketika berhadapan dengan orang-orang yang terjaring razia masker di jalanan.

Mulia memakai pendekatan keibuan untuk menghadapi orang-orang yang suka ngeyel ketika terjaring razia.

“Awalnya dia nggak terima ketika ditegur. Tapi setelah diajak ngomong dengan cara yang halus, dengan pelan-pelan, akhirnya justru luluh dan mau mengakui kesalahannya,” kisah Mulia.

Pun demikian ketika anggota Prawan Sembodro harus ikut turun lapangan membubarkan tempat tongkrongan seperti warung-warung yang nekat buka di malam hari ketika pandemi Covid-19.

Sebagai perempuan, Mulia mengaku sempat merasa dilematis.

“Mereka kan juga cari uang. Kasihan kalau jualannya dibubarkan. Tapi kami sampaikan dengan cara yang halus, dengan memberi pengertian bahwa aturan tersebut untuk kebaikan dan kesehatan bersama,” ujarnya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan Prawan Sembodro dibentuk untuk mengubah kesan anggota Satpol PP di mata masyarakat.

Anggota Prawan Sembodro dalam sebuah kegiatan di wilyah Trenggalek. TribunMataraman.com/Aflahul Abidin
Anggota Prawan Sembodro dalam sebuah kegiatan di wilyah Trenggalek. TribunMataraman.com/Aflahul Abidin (TribunMataraman.co./aflahul abidin)

“Selama ini orang melihat Satpol PP kan seperti melihat tukang ciduk dan lain sebagainya. Padahal tidak selalu demikian,” kata Triadi.

Keinginan itu pun terwujud. Menurut Triadi, Satpol PP di Trenggalek kini banyak dikenal warga sebagai pasukan yang tak arogan. Ini utamanya berasal dari peran para anggota Prawan Sembodro.

Kehadiran Prawan Sembodro juga dianggap sebagai solusi untuk menghindari konflik dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan.

“Seperti ketika harus bertugas saat ada demonstrasi, para anggota ini punya kelebihan pendekatan yang khas perempuan,” tutur Triadi.

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved