Rabu, 27 Mei 2026

Berita Tulungagung

Ribut Sesama Mancing Mania, Warga Kedungcangkring Tulungagung Serang Pakai Arit Sesama Pemancing

Ribut Sesama Mancing Mania, Warga Kedungcangkring Tulungagung Serang Pakai Arit Sesama Pemancing

Tayang:
Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Dok Polres Tulungagung
KORBAN PENYERANGAN - Djuprianto (58), korban penyerangan dengan arit yang dilakukan tersangka EM (44) di sebuah kolam pemancingan Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur setelah mendapat perawatan. Keributan terjadi setelah korban menegur EM yang masuk ke kolam pemancingan 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Polisi menangkap EM (44) alias Elman usai membacok Djuprianto (58), tetangganya sendiri di Dusun Krajan, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo.

Keributan terjadi antara keduanya di kolam pancing milik Beni Eko di desa setempat,  Minggu (24/5/2026) pukul 00.30 pagi.

Elman nyaris menjadi korban amuk massa sebelum diamankan personel Polsek Pagerwojo.

“Saat ini terduga pelaku kami amankan di Mapolsek Pagerwojo untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kapolsek Pagerwojo, AKP Guruh Yudhi Setiawan.

Baca juga: PMII Trenggalek Bakal Perbanyak Ruang Diskusi dan Kawal Keluhan Masyarakat

Awalnya Elman dan Djuprianto sama-sama memancing di kolam pemancingan milik Eko Beni.

Saat suasana cukup ramai, Elman masuk ke dalam kolam hingga membuat para pemancing lain marah.

Djuprianto yang juga ada di sana menegur Elman, namun teguran itu membuat Elman marah.

“Ternyata terduga pelaku ini tidak diterima ditegur, keduanya sempat cekcok mulut. Terduga pelaku kemudian pulang,” sambung Guruh.

Ternyata Elman mengambil sabit di rumahnya yang berjarak sekitar 300 meter dari kolam pemancingan itu.

Dia kembali ke kolam pemancingan sambil menenteng benda tajam itu dan mencari Djuprianto.

Di tengah suasana pemancingan yang ramai, Elman menyerang Djuprianto dengan sabit yang dibawanya.

“Korban sebenarnya sempat menghindar, tapi dia diserang dari arah belakang. Terduga pelaku mengayunkan sabit itu dua kali,” ungkap Guruh.

Dua kali serangan senjata tajam itu membuat Djuprianto mengalami robek di leher belakang dan kepala bagian belakang.

Usai melakukan pembacokan, Elman dikepung warga di sekitar Balai Desa Kedungcangkring.

Dia tetap menenteng arit yang dipakai untuk menyerang Djuprianto sebelumnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved